Kompas.com - 20/09/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi asam lambung Emily FrostIlustrasi asam lambung

KOMPAS.com - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux sebenarnya bisa diobati dengan mengubah gaya hidup. 

Ketika mengalami sakit tenggorokan, banyak orang mengira bahwa akan mengalami flu biasa atau akibat dari masuk angin. Tentunya hal ini sudah lazim bagi masyarakat Indonesia.

Namun jika hal ini berangsur lama, mungkin bukan karena flu atau masuk angin. Hal ini mungkin karena katup stringfer esofagus bagian bawah tidak menutup sepenuhnya.

Otot itulah yang mengontrol jalan antara kerongkongan dan lambung.

Ketika katup tidak menutup sepenuhnya, asam lambung dan makanan akan mengalir kembali ke kerongkongan.

Istilah medis untuk proses ini disebut gastroesophageal reflux, yaitu saat asam lambung naik ke tenggorokan.

Baca juga: Daftar Makanan Terbaik untuk Asam Lambung dan yang Harus Dihindari

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari Health Harvard, (10/9/2019), ketika asam lambung naik ke tenggorokan hal ini bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan suara serak dan mungkin bisa meninggalkan rasa yang aneh di mulut.

Ketika refluks asam menghasilkan gejala kronis, kondisi ini dikenal sebagai gangguan refluks gastroesofagus, atau GERD (asam lambung).

Gejala GERD yang paling umum adalah mulas, nyeri di perut bagian atas dan dada yang terkadang terasa seperti serangan jantung.

"Tiga kondisi saat membersihan makanan atau asam yang buruk dari kerongkongan, terlalu banyak asam di perut, dan pengosongan perut yang tertunda berkontribusi pada asam lambung yang bisa naik ke tenggorokan," kata Dr. Jacqueline Wolf, seorang ahli gastroenterologi dan profesor kedokteran di Harvard Medical School.

Untuk mencegah asam lambung naik, ini 9 cara yang bisa Anda lakukan:

1. Makan perlahan

Saat perut sangat penuh, risiko terjadi asam lambung naik ke kerongkongan lebih besar.

Untuk menghindarinya, lebih baik Anda makan dalam porsi kecil tapi sering dibanding makan tiga kali sehari tapi porsi besar.

Ilustrasi kopi dan teh panasYaiSirichai Ilustrasi kopi dan teh panas

2. Hindari makanan ini

Dahulu, orang yang memiliki asam lambung dilarang mengonsumsi semua jenis makanan kecuali makanan hambar.

Dr Wolf menyampaikan, riset telah menemukan makanan apa saja yang dapat memicu asam lambung, antara lain mint, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang merah, bawang putih, kopi, teh, coklat, dan alkohol.

Cobalah untuk menghindari makanan ini untuk mengontrol asam lambung, kemudian coba memakannya satu per satu.

Baca juga: Penyakit Asam Lambung Makin Umum, Apa Sebabnya?

3. Jangan minum minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi memicu sendawa yang mendorong asam naik ke kerongkongan.

Minumlah air putih sebagai pengganti air soda.

4. Jangan tidur setelah makan

Saat berdiri, atau bahkan duduk, gravitasi akan membantu menjaga asam di perut.

Oleh sebab itu, jangan langsung tidur setelah makan. Jika ingin tidur, setidaknya tunggu sampai tiga jam.

Ini berarti, kita tidak boleh tidur siang setelah makan siang dan beri waktu antara makan malam terakhir dan jam tidur setidaknya tiga jam.

5. Jangan bergerak terlalu cepat

Hindari olahraga berat selama beberapa jam setelah makan. Jalan-jalan setelah makan malam tidak bermasalah.

Olahraga berat, terutama yang melibatkan gerakan membungkuk dapat mengirim asam ke kerongkongan.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

6. Posisi tidur

Idealnya, kepala harus 15-20 sentimeter lebih tinggi dari kaki ketika tidur.

Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan bantal lebih tinggi untuk menopang kepala di tempat tidur.

Baca juga: GERD Bisa Terjadi pada Bayi dan Anak-anak, Ini Penyebabnya

7. Menurunkan berat badan jika disarankan

Peningkatan berat badan akan menyebabkan struktur otot yang menopang sfingter esofagus bagian bawah menurunkan tekanan yang menahan sfingter agar tetap tertutup. Inilah yang menyebabkan asam lambung dan mulas.

8. Jika Anda merokok, berhentilah

Nikotin dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah.

9. Periksa obat yang sedang dikonsumsi

Obat-obatan seperti estrogen pascamenopause, antidepresan trisiklik, dan obat penghilang rasa sakit anti inflamasi dapat mengendurkan sfingter, sementara yang lain terutama bifosfonat seperti alendronate (Fosamax), ibandronate (Boniva), atau risedronate (Actonel), yang digunakan untuk meningkatkan kepadatan tulang juga bisa mengiritasi kerongkongan.

Jika langkah-langkah di atas tidak efektif dan Anda masih mengalami nyeri hebat atau kesulitan menelan, temui dokter untuk menyingkirkan penyebab lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.