Menjaga Jarak Diperketat, Studi Ungkap Infeksi Covid-19 Dapat Lebih Rendah

Kompas.com - 15/09/2020, 16:31 WIB
Foto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan imbauan untuk menjaga jarak di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru. ANTARA FOTO/HENDRA NURDIYANSYAHFoto dirilis Rabu (22/7/2020), memperlihatkan imbauan untuk menjaga jarak di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Pihak pengelola dan penyedia jasa wisata di Yogyakarta mencoba kembali bangkit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat dan melakukan simulasi untuk membiasakan tatanan era adaptasi kebiasaan baru.


KOMPAS.com - Angka penularan Covid-19 di dunia terus meningkat seiring kembalinya aktivitas masyarakat seperti sediakala.

Di antaranya seperti penggunaan alat transportasi umum, dibukanya fasilitas publik, kunjungan tempat ibadah dan banyaknya perjalanan ke luar kota yang mulai dilakukan masyarakat.

Bahkan, sejumlah kota di Indonesia melaporkan kasus penularan Covid-19 banyak berasal dari restoran atau tempat makan.

Menurut studi yang dilakukan para peneliti di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, faktor-faktor tersebut dikaitkan dengan tingginya angka positif Covid-19 yang terjadi saat ini.

Baca juga: Cegah Corona, Jaga Jarak dari Covid-19 Kenapa Tiap Negara Berbeda?

 

Sementara, penerapan jaga jarak sosial atau fisik ( physical distancing) yang sangat rendah, kemungkinan juga menjadi penyebabnya.

Seperti dikutip dari Science Daily, Selasa (15/9/2020), peneliti menganalisis dengan dari data survei yang diambil secara acak terhadap lebih dari 1.000 orang di negara bagian Maryland pada akhir Juni.

Dalam survei tersebut menanyakan tentang penerapan jaga jarak fisik, penggunaan transportasi umum, riwayat infeksi virus corona SARS-CoV-2 dan berbagai perilaku lain yang relevan terkait Covid-19.

Salah satu yang ditemukan menurut laporan peneliti yakni penggunaan transportasi umum yang relatif sering, empat kali lebih mungkin terjadinya penularan infeksi virus corona terjadi.

Baca juga: Infeksi Covid-19 di Indonesia Lampaui 54.000 Kasus, Apa Saja Obatnya?

 

Sementara mereka yang melaporkan penerapan jarak sosial luar ruangan yang ketat, menunjukkan kemungkinan infeksi Covid-19 hanya sekitar sepersepuluh.

Studi ini diyakini sebagai evaluasi skala besar pertama dari perilaku terkaut Covid-19 yang didasarkan pada data survei tingkat individu.

Hasil studi ini telah dipublikasikan secara online pada 2 September lalu di Clinical Infections Diseases.

"Temuan kami mendukung gagasan bahwa jika Anda harus pergi keluar, maka penerapan jarak sosial atau fisik harus dilakukan dengan sejauh mungkin," kata penulis senior studi Sunil Solomon, MBBS, PhD, MPH, profesor di Departemen Epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

Umat Islam menjaga jarak saat mendengarkan khutbah shalat Jumat di Masjid Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2020). Masjid Pusdai mulai menggelar pelaksanaan ibadah shalat jumat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat menjelang penerapan tatanan hidup normal baru di tengah pandemi COVID-19.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Umat Islam menjaga jarak saat mendengarkan khutbah shalat Jumat di Masjid Pusdai, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2020). Masjid Pusdai mulai menggelar pelaksanaan ibadah shalat jumat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat menjelang penerapan tatanan hidup normal baru di tengah pandemi COVID-19.

Sebab, lanjut dia, besar kemungkinan peluang terinfeksi SARS-CoV-2 akan jauh lebih rendah dengan menerapkan jaga jarak secara ketat.

Secara global angka infeksi virus corona saat ini, berdasarkan data Worldometer menunjukkan 29,4 juta orang atau hampir 30 juta orang di dunia dikonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan angka kematian Covid-19 juga terus meningkat dan kini mulai mendekati 1 juta kasus, dengan 932.802 kasus.

Sementara angka infeksi virus SARS-CoV-2 di Indonesia telah mencapai 221.523 kasus dengan 8.841 kasus kematian akibat virus corona baru tersebut.

Baca juga: Seberapa Efektif Masker dan Jaga Jarak Cegah Penyebaran Corona?

 

Analisis data riwayat infeksi Covid-19

Saat mempertimbangkan dan menganalisis semua variabel dalam survei tersebut, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat umum sangat mungkin memiliki riwayat infeksi SARS-CoV-2.

Riwayat infeksi juga 16 kali lebih umum terjadi di antara mereka yang melaporkan pernah mengunjungi tempat ibadah, selama tiga kali atau lebih dalam sepekan, dibandingkan mereka yang mengaku tidak mengunjungi tempat ibadah selama periode tersebut.

Survei tersebut tidak membedakan antara mengunjungi tempat ibadah untuk ibadah atau tujuan lain, seperti pertemuan, perkemahan musim panas, atau makan.

Sebaliknya, mereka yang melaporkan menerapkan physical distancing di luar ruangan selalu hanya sekitar 10 persen lebih mungkin memiliki riwayat infeksi Covid-19, dibandingkan mereka yang mengatakan tidak pernah mempraktikkan aturan tersebut.

Baca juga: Tanpa Physical Distancing, Kematian Massal Akibat Corona Bisa Terjadi di Indonesia

 

"Ketika kami menyesuaikan variabel lain seperti praktik jarak sosial, banyak asosiasi sederhana itu hilang, yang memberikan bukti bahwa manfaat jaga jarak adalah ukuran efektif untuk mengurangi penularan SARS-CoV-2," kata Steven Clipman, penulis lainnya dari studi ini, dikutip dari News Medical Life Sciences.

Kendati demikian, para peneliti menyarankan bahwa studi seperti ini, juga dapat menjadi alat yang berguna untuk memprediksi di mana dan di antara kelompok mana penyakit menular akan menyebar paling cepat.

Intinya, bahwa sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga, memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi perjalanan adalah upaya penting yang memang semestinya diterapkan untuk mengurangi penularan Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Oh Begitu
Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Kita
Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Mamuju Tengah, Picu Kerusakan

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Mamuju Tengah, Picu Kerusakan

Oh Begitu
Produk Ekstrak Lebih Baik Dibanding Temulawak Segar, Simak 4 Alasannya

Produk Ekstrak Lebih Baik Dibanding Temulawak Segar, Simak 4 Alasannya

Oh Begitu
Libur Panjang, Waspada Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Indonesia

Libur Panjang, Waspada Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Indonesia

Fenomena
Terlihat Menggemaskan, Gigitan Kukang Asal Indonesia Ini Beracun dan Mematikan

Terlihat Menggemaskan, Gigitan Kukang Asal Indonesia Ini Beracun dan Mematikan

Fenomena
Ahli: Curcumin Bantu Jaga Fungsi Hati Saat Terjangkit Hepatitis

Ahli: Curcumin Bantu Jaga Fungsi Hati Saat Terjangkit Hepatitis

Oh Begitu
Fenomena Langka, Ular Berkepala Dua Ditemukan di Florida

Fenomena Langka, Ular Berkepala Dua Ditemukan di Florida

Fenomena
Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

Fenomena
Kateterisasi Jantung Kurangi Kematian Akibat Sindrom Penyumbatan Arteri

Kateterisasi Jantung Kurangi Kematian Akibat Sindrom Penyumbatan Arteri

Fenomena
Ahli AS: Vaksin Covid-19 Corona Mungkin Disetujui Akhir Tahun 2020

Ahli AS: Vaksin Covid-19 Corona Mungkin Disetujui Akhir Tahun 2020

Oh Begitu
komentar
Close Ads X