Kompas.com - 15/09/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi kata ShutterstockIlustrasi kata

KOMPAS.com - Restoran disebut sebagai klaster baru penularan Covid-19. Artinya, restoran merupakan zona berisiko tinggi penularan.

Namun studi terbaru menyebutkan, ruangan yang lebih tenang membantu mengurangi risiko penularan virus corona, termasuk rumah sakit dan restoran.

Dilansir Reuters, Kamis (10/9/2020), peneliti dari University of California Davis menemukan bukti bahwa menurunkan volume suara saat berbicara dapat mengurangi penyebaran penyakit.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Bus China, Bukti Penularan Terjadi Lewat Udara

Dalam upaya mengendalikan transmisi atau penularan, mengurangi volume hingga 6 disabel pada tingkat bicara rata-rata orang memiliki efek yang sama dengan menggandakan ventilasi ruangan.

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa otoritas kesehatan masyarakat harus mempertimbangkan penerapan zona tenang di lingkungan dalam ruangan yang berisiko tinggi seperti ruang tunggu rumah sakit dan restoran," tulis enam peneliti dalam salinan makalah mereka yang diterbitkan Rabu (9/9/2020).

Pada Juli lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kemungkinan penularan melalui aerosol.

Bukti yang ada menunjukkan penularan melalui aerosol terjadi saat sesi latihan paduan suara, di restoran, atau di kelas kebugaran.

Tetesan mikroskopis yang dikeluarkan saat berbicara, menguap, dan bernyanyi meninggalkan partikel aerosol yang dapat membawa virus corona SARS-CoV-2.

Dalam studi ini disebutkan, peningkatan suara sekitar 35 desibel atau perbedaan suara antara berbisik dan berteriak, dapat meningkatkan laju emisi partikel sebanyak 50 kali,

Saat orang bercakap normal, volume suara ada di atas kisaran 10 desibel. Sementara restoran atau tempat umum yang bising sekitar 70 desibel.

"Tidak semua lingkungan dalam ruangan memiliki risiko yang sama dalam hal penularan aerosol," kata ketua peneliti William Ristenpart.

"Ruang kelas yang ramai tapi sepi jauh lebih tidak berbahaya daripada bar karaoke yang tidak ramai di mana pengunjung berada jauh secara sosial tetapi berbicara dan bernyanyi dengan keras."

Baca juga: Ahli Jerman Teliti Seberapa Besar Penularan Covid-19 di Acara Konser

Jumlah kematian global akibat virus itu melampaui 932.000 pada Selasa (15/9/2020) pagi, sementara kasus di seluruh dunia mencapai 29,4 juta.

Sementara di Indonesia hingga Senin (14/9/2020) terkonfirmasi ada 221.523 kasus terhitung sejak kasus pertama pada 2 Maret 2020. Sementara angka kematian Covid-19 di Tanah Air mencapai 8.841 orang.



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X