Kamasutra Satwa: Hanya Punya Lubang Angin, Bagaimana Burung Kawin?

Kompas.com - 12/09/2020, 10:05 WIB
Ilustrasi sepasang burung kolibri Ruby-topaz hummingbird (Chrysolampis mosquitus). Charles J Sharp Ilustrasi sepasang burung kolibri Ruby-topaz hummingbird (Chrysolampis mosquitus).

KOMPAS.com - ketika melihat burung kawin, penting bagi kita untuk menjaga jarak dan tidak mengganggu aktivitasnya.

Jika burung ketakutan atau stres saat kawin, mereka kemungkinan tidak akan menyelesaikan ikatan mereka dan perkawinan bisa jadi kurang berhasil.

Saat burung siap kawin, jantan dan betina akan mencari pasangan terbaik. Begitu mereka menemukan pasangan yang cocok, mereka kawin dengan sangat cepat.

 Baca juga: Penting untuk Ekosistem, Kotoran Burung Laut Bernilai Triliunan Rupiah

Perubahan hormonal yang menyebabkan organ seksual siap untuk kawin juga memicu perubahan perilaku. Burung bisa menjadi lebih agresif dalam melindungi wilayahnya.

Mereka cenderung menunjukkan perilaku pacaran seperti tarian, nyanyian, dan pertunjukan bulu yang akan membantu menarik pasangan terbaik.

Postur khas jantan adalah menyeimbangkan punggung betina, dengan kedua burung menghadap ke arah yang sama. Betina mungkin membungkuk, berjongkok, atau bahkan berbaring di tanah untuk memudahkan akses bagi jantan.

Jantan kemudian akan membungkuk untuk menyentuh kloaka miliknya. Kontak sederhana itu hanya berlangsung satu detik.

Burung tidak memiliki organ seksual yang sama seperti mamalia. Sebaliknya, burung jantan dan betina memiliki kloaka (juga disebut lubang angin).

Bukaan lubang angin ini, merupakan jalan keluar menuju saluran pencernaan, kemih, dan reproduksi.

Burung jantan memiliki testis dan burung betina memiliki ovarium, tetapi organ ini berubah sepanjang tahun. Selama musim kawin, yang dipicu adalah tingkat cahaya musiman dan iklim.

Tetapi, juga oleh sumber daya dan kelimpahan makanan, testis dan ovarium akan tumbuh dan mulai memproduksi sperma dan sel telur. Pada saat yang sama, kloaka membengkak dan burung siap untuk kawin.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Kenapa Kotoran Burung Berwarna Putih?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar
Close Ads X