Makan di Restoran Berisiko Tinggi Tertular Covid-19, Kok Bisa?

Kompas.com - 11/09/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi makan di resto SHUTTERSTOCKIlustrasi makan di resto

KOMPAS.com - Semenjak pandemi Covid-19, pergi keluar rumah tak lagi sama. Tak ada lagi rasa aman, karena waswas tertular virus corona.

Meski demikian, sebagian orang terpaksa harus tetap beraktivitas di luar rumah untuk bekerja. Tapi, ada baiknya ketika harus pergi bekerja, Anda membawa makanan dan alat makan dari rumah.

Pasalnya, studi baru menunjukkan, makan di restoran kemungkinan memiliki risiko lebih tinggi tertular Covid-19 daripada naik transportasi umum atau potong rambut di salon.

Baca juga: Khawatir Terinfeksi Corona, Ini 11 Cara agar Tidak Tertular Covid-19

Temuan, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menyoroti risiko aktivitas di mana orang tidak selalu bisa memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial, seperti saat sedang makan dan minum di restoran.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis informasi dari 314 orang dewasa yang dites Covid-19 di salah satu dari 11 fasilitas perawatan kesehatan di seluruh A.S. Semua peserta telah mengalami beberapa gejala yang membuat mereka harus melakukan tes Covid-19.

Hasilnya, sekitar setengah dari peserta positif Covid-19, sedangkan setengah lainnya negatif.

Peserta diwawancarai tentang aktivitas yang mereka lakukan selama 14 hari sebelum gejala mereka mulai, termasuk pergi ke toko, gym, kantor, salon, bar atau kedai kopi, menghadiri kebaktian, menggunakan transportasi umum atau makan di restoran.

Baca juga: Karyawan Starbucks Korea Selatan Tidak Tertular Covid-19, Bukti Masker Lindungi dari Virus Corona

Secara keseluruhan, orang dengan hasil tes positif Covid-19 dua kali lebih mungkin melaporkan makan di restoran dalam 14 hari sebelum jatuh sakit, daripada orang yang dites negatif.

Dan ketika para peneliti mengecualikan orang yang diketahui memiliki kontak dengan Covid-19, peneliti juga menemukan bahwa mereka yang dites positif, hampir tiga kali lebih mungkin melaporkan makan di restoran, dan hampir empat kali lebih mungkin melaporkan pergi ke bar atau kedai kopi, dibandingkan mereka dengan hasil tes negatif.

Tidak ada aktivitas lain dari survei yang dikaitkan dengan peningkatan risiko Covid-19.

Para penulis penelitian mencatat, bahwa salah satu batasan dari penelitian mereka adalah tidak membedakan antara makan di dalam dan di luar ruangan restoran.

Baca juga: 5 Strategi agar Pasien Non-Covid-19 Tak Tertular Corona Saat ke Rumah Sakit



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X