Mengenang BJ Habibie dan Ainun, Sains Jelaskan Makna Cinta Sejati

Kompas.com - 11/09/2020, 18:32 WIB
Mantan Presiden RI BJ Habibie (73) punya banyak kisah yang membuatnya bahagia. Pertama, sang istri, Dr Hasri Ainun Habibie, bisa tinggal lebih lama di Tanah Air setelah sebelumnya harus bolak-balik ke Jerman untuk terapi. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOMantan Presiden RI BJ Habibie (73) punya banyak kisah yang membuatnya bahagia. Pertama, sang istri, Dr Hasri Ainun Habibie, bisa tinggal lebih lama di Tanah Air setelah sebelumnya harus bolak-balik ke Jerman untuk terapi.


KOMPAS.com - Tak hanya tentang kegeniusannya, sosok Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie juga dikenal sebagai sosok yang romantis.

Cintanya pada sang isteri, Hasri Ainun Besari atau Hasri Ainun Habibie telah menjadi kisah romantis yang menjadi inspirasi banyak pasangan.

Setelah Ainun lebih dulu meninggal dunia, kesetiaan BJ Habibie tak pernah padam.

Banyak puisi ditulis BJ Habibie untuk mendiang istrinya, Ainun, menunjukkan betapa cintanya mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia yang berpulang pada 11 September 2019 lalu itu.

Baca juga: 11 Pesan Habibie Semasa Hidup, tentang Indonesia, Cinta, dan Cita-cita

 

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (12/9/2020), rasa cinta Habibie Ainun dari sudut pandang sains ternyata mengungkapkan hal-hal yang tidak terduga.

Ahli saraf Gabija Toleikyte mengatakan benak kita menyimpan informasi 10 kali lebih banyak dibandingkan otak secara rasional.

"Jadi ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, kita merasakan itu adalah suatu hal yang luar biasa. Padahal saat bersamaan, otak kita bekerja sangat kuat menghasilkan perasaan tersebut," jelas Gabija seperti dikutip dari Wired.

Cinta romantis yang dideskripsikan ini, menurut Gabija, sebagai sebuah kebutuhan dasar yang muncul jutaan tahun lalu agar manusia dapat fokus pada satu orang pasangan dan bereproduksi.

Baca juga: Setahun Kepergian BJ Habibie, Ini Warisan Sains untuk Dunia dan Indonesia

 

Sebuah penelitian mencoba dilakukan antropolog biologi Helen Fisiher terhadap 17 pasangan baru, terdiri dari 10 wanita dan 7 pria.

Pasangan ini telah menjalin hubungan sekitar tujuh bulan. Selanjutnya, semua responden melakukan pemindaian otak, terutama pada bagian ventral tegmental.

Pada otak, bagian ini yang memproduksi dopamine yang kemudian memberi stimulus ke area lainnya di dalam organ ini.

"Ventral tegmental adalah 'pabrik' yang menghasilkan keinginan, pencarian, energi, fokus dan motivasi," jelas Helen.

Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa orang-orang merasakan cinta sejati seperti reaksi 'mabuk' alami.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X