Setahun Kepergian BJ Habibie, Ini Warisan Sains untuk Dunia dan Indonesia

Kompas.com - 11/09/2020, 16:31 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) mengenai industri penerbangan didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (kedua kanan) saat mengunjungi stan pameran National Innovation Forum 2015 di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Senin (13/4/2015). National Innovation Forum Tahun 2015 yang  diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi itu bertujuan untuk mempromosikan hasil-hasil riset dari lembaga litbang dan perguruan tinggi kepada dunia usaha dan masyarakat. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Rei/pd/ama. ANTARA FOTO/Yudhi MahatmaFOTO DOKUMENTASI. Presiden Joko Widodo (kanan) mendengarkan penjelasan dari Presiden ke-3 RI BJ Habibie (kedua kiri) mengenai industri penerbangan didampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (kedua kanan) saat mengunjungi stan pameran National Innovation Forum 2015 di Puspiptek, Serpong, Tangerang, Senin (13/4/2015). National Innovation Forum Tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi itu bertujuan untuk mempromosikan hasil-hasil riset dari lembaga litbang dan perguruan tinggi kepada dunia usaha dan masyarakat. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/Rei/pd/ama.


KOMPAS.com - Tepat setahun sudah mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie berpulang, namun banyak kenangan akan sosok bapak bangsa ini.

Bacharuddin Jusuf Habibie selain dikenal sebagai seorang politisi, ia juga merupakan ilmuwan serta sosok yang sangat inspiratif dan juga genius.

Rasa nasionalismenya juga tak diragukan lagi, bahkan kegeniusan Habibie juga diakui dunia, khususnya di bidang kedirgantaraan.

Mengenang kembali setahun kepergian BJ Habibie, berikut warisan sains yang ditinggalkan bapak bangsa ini untuk Indonesia.

Baca juga: Habibie Wafat, tapi Mr Crack dan Teorinya Akan Terus Hidup di Dunia

 

1. Crack Progression Theory

Teori ini adalah salah satu kontribusi sains dari BJ Habibie untuk bidang kedirgantaraan. Membuat kegeniusannya semakin diakui di dunia.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (12/9/2019) lalu, Crack Progression Theory dikenal oleh para ahli dirgantara dengan nama Faktor Habibie, Teori Habibie, atau Fungsi Habibie.

Teori ini dianggap sangat penting dalam dunia penerbangan.

Sebab, menjadi solusi terhadap masalah panjang yang dapat ditimbulkan akibat retaknya bagian sayap dan badan pesawat akibat guncangan selama take off dan landing.

Baca juga: 11 Pesan Habibie Semasa Hidup, tentang Indonesia, Cinta, dan Cita-cita

 

Berkat temuannya ini BJ Habibie dijuluki sebagai Mr Crack, karena keahliannya dalam menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang.

Bahkan, hingga saat ini, Faktor Habibie dijadikan pedoman dalam pembuatan pesawat terbang di seluruh dunia.

Faktor Habibie dinilai bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X