Ilmuwan Dunia Ragukan Keamanan Vaksin Corona Rusia, Kenapa?

Kompas.com - 11/09/2020, 12:28 WIB
Ilustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19. SHUTTERSTOCK/Orpheus FXIlustrasi vaksin corona. Vaksin virus corona yang dikembangkan Rusia, Sputnik V diragukan ilmuwan Barat, terkait data keamanan vaksin yang dikembangkan untuk mencegah Covid-19.


KOMPAS.com - Bulan lalu, pemerintah Rusia mengumumkan telah menyetujui penggunaan vaksin corona secara massal untuk memerangi Covid-19.

Namun, hal ini justru menimbulkan banyak reaksi kontra dari para ilmuwan dan komunitas ilmiah di dunia.

Sebab, vaksin corona yang dinamai Sputnik V itu dianggap belum menyelesaikan fase 3, tentang pengujian keamanan vaksin untuk melawan virus corona baru.

Melansir Science Alert, Jumat (11/9/2020), para ilmuwan barat mencemaskan data keamanan dari vaksin tersebut.

Baca juga: Ilmuwan Rusia Laporkan Vaksin Corona Merespons Kekebalan Tubuh

 

Hal itu disampaikan para peneliti dalam jurnal The Lancet yang diterbitkan pada Kamis (10/9/2020).

Mereka meminta agar klarifikasi studi tentang potensi vaksin Covid-19 Rusia dapat dilakukan setelah penelitian mereka berada di bawah pengawasan.

Vaksin Sputnik V diambil dari nama satelit era Soviet yang pertama kali diluncurkan ke luar angkasa pada tahun 1957.

Tangkapan layar laman Sputnikvaccine.com pada Rabu (12/8/2020).Sputnikvaccine.com Tangkapan layar laman Sputnikvaccine.com pada Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Vaksin Corona Butuh Lebih dari 1 Dosis Suntikan, Kenapa?

 

Disetujuinya vaksin tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan Barat atas kurangnya data keamanan, dengan beberapa peringatan bahwa terlalu terburu-buru dalam menyetuji penggunaan vaksin bisa berbahaya.

Minggu lalu, para peneliti Rusia mempublikasikan temuan uji coba mereka di jurnal The Lancet, yang artinya penelitian mereka telah menjalani tinjauan dari rekan sejawat.

Para peneliti menyebut bahwa vaksin Rusia tersebut terbukti aman dan dapat ditoleransi dengan baik, di antara beberapa lusin sukarelawan.

Kendati demikian, sebuah surat terbuka yang ditandatangani minggu ini oleh lebih dari 30 ahli yang berbasis di Eropa meragukan temuan tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadal Raksasa Belajar Terbang Selama 150 Juta Tahun, Kok Bisa?

Kadal Raksasa Belajar Terbang Selama 150 Juta Tahun, Kok Bisa?

Fenomena
Fosil Rahang di Antartika Ungkap Burung Terbesar Pernah Hidup di Bumi

Fosil Rahang di Antartika Ungkap Burung Terbesar Pernah Hidup di Bumi

Fenomena
BPOM Belum Keluarkan Izin Edar Vaksin Covid-19 di Indonesia, Apa Alasannya?

BPOM Belum Keluarkan Izin Edar Vaksin Covid-19 di Indonesia, Apa Alasannya?

Oh Begitu
Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Oh Begitu
BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

Oh Begitu
Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Oh Begitu
BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

Fenomena
Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Oh Begitu
Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Fenomena
Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
komentar
Close Ads X