Uji Klinik Terapi Plasma Konvalesen Indonesia Sudah Fase 2-3, Apa Targetnya?

Kompas.com - 08/09/2020, 19:36 WIB
Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19  yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19 yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19.


KOMPAS.com- Perkembangan terapi plasma konvalesen di Indonesia sudah memasuki fase 2-3 yaitu menilai efikasi atau manfaat (khasiat) dari pemberian plasma konvalesen terhadap pasien Covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Bidang Penelitian Translasional di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof dr David H Muljono SpPD FINSASIM FAASLD PhD.

Dijelaskan oleh David, uji klinik terapi plasma konvalesen fase 1, menguji keamanan dari pemberian terapi tersebut telah selesai dilakukan. Meskipun pedoman protokol pemberian terapi plasma konvalesen kepada pasien Covid-19 ini belum ada sampai sekarang.

Pemberian plasma konvalesen pernah dipakai sejak seabad yang lalu, di antaranya sejak adanya pandemi flu spanyol, pandemi ebola, dan pandemi flu burung.

Baca juga: AS Izinkan Terapi Plasma Konvalesen Obati Pasien Covid-19, Apa Itu?

 

"Dan terbukti bahwa plasma tersebut aman dan cukup baik, tapi hasilnya belum ada pola untuk bisa dibuat sebagai pedoman yang umum," kata David dalam Kick-off Meeting Uji Klinik Pemberian Plasma Konvalesen sebagai Terapi Tambahan Covid-19 melalui kanal Youtube BalitbangkesTV, Selasa (8/9/2020).

Target efikasi uji klinik fase 2-3

David menuturkan, dari pengujian yang telah dilakukan di China dan Amerika, terapi plasma konvalesen ini telah terbukti aman dan cukup baik diberikan kepada pasien Covid-19.

Untuk di Indonesia sendiri, sudah dimulai juga uji klinik fase 1 untuk pengujian keamanan telah dilakukan di RS Angkatan Darat Gatot Subroto terhadap beberapa pasien dan telah selesai, dan saat ini sedang dalam pelaporan.

Baca juga: Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Covid-19, Begini Syarat Jadi Donor

 

Serta, dilakukan juga oleh Kemeristek/BRIN bekerjasama dengan 8-10 rumah sakit juga sedang melakukan pengujian klinik fase 1 terapi plasma konvalesen.

"Tetapi, jika dilihat dari sisi lain yaitu manfaat, efikasi (khasiat), itu timbul pertanyaan," kata David.

Efikasi ini sangat erat kaitannya dengan bagaimana pasien bisa sembuh, berapa tingkat kesembuhan dari pemberian terapi plasma konvalesen, dan pasien mana yang bisa sembuh.

Dalam uji klinik yang dilakukan ini pula diharapkan plasma konvalesen sebagai suatu produk ini perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk menjawab beberapa pertanyaan mendasar sebagai target pemberian terapi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X