Kompas.com - 05/09/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi vaksin corona ShutterstockIlustrasi vaksin corona

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Jumat (4/9/2020), "nasionalisme vaksin" hanya akan menghambat upaya menghentikan pandemi Covid-19.

Dia menegaskan, vaksin harus digunakan secara adil dan efektif, salah satunya melalui proyek vaksin global COVAX.

Untuk diketahui, WHO memimpin pengembangan dan pendistribusian massal vaksin corona bernama COVAX yang saat ini sudah mendapat dukungan dari Jepang, Uni Eropa, dan Jerman.

Dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2020), Tedros berkata saat ini ada 78 negara kaya yang bergabung dengan rencana alokasi vaksin global COVAX, sehingga totalnya menjadi 170 negara. Jumlah ini disebut Tedros akan terus bertambah.

Baca juga: WHO Rekomendasikan Obat Steroid untuk Pengobatan Pasien Covid-19 Kritis

Dia mendesak negara lain untuk bergabung dalam fasilitas ini sebelum 18 September 2020 sebagai komitmen yang mengikat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

WHO bersama dengan aliansi vaksin GAVI memimpin fasilitas COVAX yang bertujuan membantu membeli dan mendistribusikan suntikan vaksinasi secara adil ke seluruh dunia.

Namun ada beberapa negara yang telah mengamankan pasokan vaksin untuk negaranya sendiri melalui kesepakatan bilateral, seperti Amerika Serikat. Negara-negara ini sudah memastikan tidak akan bergabung dengan COVAX.

"Nasionalisme vaksin akan memperpanjang pandemi, bukan memperpendeknya," kata Tedros dalam briefing WHO di Jenewa, tanpa menyebut negara mana pun.

“Jika dan ketika kita memiliki vaksin yang efektif, kita juga harus menggunakannya secara efektif. Dengan kata lain, prioritas pertama yang harus dilakukan adalah mengimunasi beberapa orang di semua negara. Bukan memvaksin semua orang, tapi hanya di beberapa negara," katanya.

Dia menambahkan, kelompok yang menjadi prioritas mendapat vaksin paling awal adalah petugas kesehatan, orang tua lanjut usia, dan mereka yang memiliki gangguan penyakit tertentu.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.