Kompas.com - 04/09/2020, 10:07 WIB
Ilustrasi Gajah Mati. Kafunta Safaris, Zambia/Image by Andrew MwanzaIlustrasi Gajah Mati.

Mereka menduga, gajah-gajah itu terinfeksi bakteri ketika mereka merumput dan tidak sengaja makan tanaman yang terinfeksi.

Pihaknya pun mengesampingkan perburuan sebagai penyebab kematian karena gadingnya masih ada.

Baca juga: Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Zimbabwe memiliki lebih dari 84.000 gajah. Puluhan gajah mati kelaparan dan kekurangan air dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah gajah lain mati diracun oleh pemburu yang ingin mengambil gadingnya untuk dijadikan hiasan atau obat tradisional di Asia dan Timur Tengah.

Sedikitnya 300 gajah mati karena keracunan sianida di lubang air Hwange pada 2013.

Selain Zimbabwe, Botswana juga merupakan rumah bagi populasi gajah terbesar di dunia.

Sekitar 130.000 ekor gajah hidup di sana. Ironisnya, 300 gajah mati di awal tahun ini.

Para ahli menganggap kematian massal gajah disebabkan oleh racun alami, bukan perburuan.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi Baru Ungkap Masker Dobel Lebih Efektif Cegah Covid-19

Studi Baru Ungkap Masker Dobel Lebih Efektif Cegah Covid-19

Oh Begitu
Vaksin Pfizer Mungkin Perlu Dosis Ketiga, Vaksinasi Tiap Tahun

Vaksin Pfizer Mungkin Perlu Dosis Ketiga, Vaksinasi Tiap Tahun

Oh Begitu
Jeff Smith Pakai Ganja karena Tak Bisa Tidur, Ini Efek Sampingnya

Jeff Smith Pakai Ganja karena Tak Bisa Tidur, Ini Efek Sampingnya

Oh Begitu
Hari Ini, Ada Fenomena Konjungsi Superior Merkurius dan Bulan-Pollux

Hari Ini, Ada Fenomena Konjungsi Superior Merkurius dan Bulan-Pollux

Fenomena
BMKG: Siklon Tropis Surigae Melemah, tapi Masih Memengaruhi Cuaca di Wilayah Ini

BMKG: Siklon Tropis Surigae Melemah, tapi Masih Memengaruhi Cuaca di Wilayah Ini

Fenomena
Kebanyakan Orang Kesulitan Menurunkan Berat Badan dalam Jangka Panjang

Kebanyakan Orang Kesulitan Menurunkan Berat Badan dalam Jangka Panjang

Oh Begitu
Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Oh Begitu
Manfaat Tertawa untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Bakar Kalori

Manfaat Tertawa untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Bakar Kalori

Kita
[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

Oh Begitu
Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Kita
Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Oh Begitu
Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Oh Begitu
Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Oh Begitu
6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
komentar
Close Ads X