Polemik Kata "Anjay", Secara Sosial Budaya Tidak Selalu Berarti Umpatan

Kompas.com - 01/09/2020, 19:03 WIB
Tangkapan layar trending kata anjay di media sosial Twitter pada Minggu (30/8/2020). TwitterTangkapan layar trending kata anjay di media sosial Twitter pada Minggu (30/8/2020).


KOMPAS.com- Kata " anjay" yang biasa diucapkan dalam pergaulan anak muda belakangan menjadi polemik dan viral di masyarakat.

Bahkan, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengeluarkan seruan penghentian penggunaan kata "anjay" secara resmi pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Pasalnya, kata tersebut dinilai bermakna merendahkan martabat seseorang dan termasuk dalam kekerasan verbal serta dapat dipidanakan.

Polemik ini turut membuat pengamat sosial budaya dari Universitas Indonesia, Dr Endang Mariani M.PSi angkat bicara.

Baca juga: Seperti Manusia, Paus Beluga Membentuk Hubungan Sosial yang Luas

Menurutnya, polemik tentang pelarangan penggunaan kata anjay bukan merupakan sebuah bahasan yang produktif untuk saat ini.

"Jujur, awalnya, jauh sebelum polemik kata ini muncul, saya terkaget-kaget mendengar anak-anak sekarang dengan mudah menyebut kata "anjing", "anjir", "nyet" dan lain sebagainya," kata Endang kepada Kompas.com, Selasa (1/9/2020).

Sebab, menurut persepsinya, kata-kata tersebut bermakna umpatan.

Baca juga: Ikatan Sosial Seperti Manusia, Burung Flamingo Punya Teman Dekat 

Endang mengatakan bahwa pihaknya sempat menegur anak-anak yang menggunakan kata-kata tersebut. Namun, ternyata jika dipahami, kata-kata ini tidak selalu berarti umpatan.

"Bisa jadi kata-kata itu adalah cara mereka berkomunikasi dengan teman-temannya yang sudah memiliki kedekatan. Sebagai bahasa gaul," ungkap Endang.

Kata-kata tersebut, mungkin bagi sebagian orang dianggap tidak pantas, namun itu diucapkan dengan candaan, sehingga orang yang menjadi sasaran pengucapan kata itu dapat menerimanya tanpa tersinggung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X