AS Izinkan Plasma Darah untuk Pasien Corona, Bagaimana Indonesia?

Kompas.com - 26/08/2020, 08:03 WIB
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19  yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). Pengambilan plasma konvalesen pasien sembuh COVID-19 yang menggunakan alat apheresis bertujuan untuk membantu penyembuhan pasien terkonfirmasi COVID-19.

KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat telah memberi izin penggunaan plasma darah atau plasma konvalesen untuk pengobatan penyakit Covid-19.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 yang dalam penanganan saat ini.

Pemberian plasma darah pasien sembuh dari Covid-19 ini diharapkan dapat membantu pasien yang sedang terinfeksi untuk lebih kuat lagi melawan serangan virus tersebut.

Lantas, bagaimana dengan perkembangan plasma konvalesen di Indonesia?

Baca juga: AS Izinkan Terapi Plasma Konvalesen Obati Pasien Covid-19, Apa Itu?

Menjawab persoalan tersebut, Wakil Kepala Bidang Penelitian Translasional di Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof dr David H Muljono SpPD FINASIM FAASLD PhD angkat bicara.

"Kita (plasma konvalesen di Indonesia) saat ini masih dalam tahap uji klinik, nanti kira-kira bulan November selesai," kata David kepada Kompas.com, Selasa (25/4/2020).

Prakiraan bisa diterapkan pada bulan November nanti bukan tanpa alasan.

David berkata, meskipun pengujian klinik dan tes terapi plasma konvalesen ini terbilang lebih sederhana daripada pembuatan vaksin, tetapi tetap memerlukan tes pengujian yang sesuai standar agar tidak merugikan penerima donor plasma darah itu nantinya.

Sementara itu, Indonesia belum memiliki teknologi yang disebut dengan Plaque Reduction Neutralization Test (PRNT) untuk menguji netralisasi antibodi yang ada di dalam plasma dari penyintas Covid-19 yang akan didonorkan.

Pengembangan metode (PRNT) untuk mengetes plasma darah

Uji netralisasi dari PRNT ini merupakan salah satu proses yang tidak bisa dilewatkan guna memastikan plasma darah tersebut aman untuk pasien penerima.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X