NASA Rekam Fenomena Siklon Tropis Genevieve dari Luar Angkasa

Kompas.com - 24/08/2020, 18:02 WIB
Astronot NASA Chris Cassidy mengunggah foto badai Genevieve dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada 19 Agustus 2020 di Twittwenya.Chris Cassidy / NASA / Twitter) Chris Cassidy / NASA / TwitterAstronot NASA Chris Cassidy mengunggah foto badai Genevieve dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada 19 Agustus 2020 di Twittwenya.Chris Cassidy / NASA / Twitter)

KOMPAS.com - NASA merilis gambar spektakuler dari Siklon Tropis Genevieve yang berputar-putar di Pasifik Timur, di lepas pantai Baja California di Meksiko, saat dua cekungan tropis di Atlantik mengarah ke pantai AS.

Foto tersebut diambil oleh anggota Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS) Chris Cassidy pada Kamis (20/8/2020) sekitar pukul 3.00 WIB dini hari.

Saat Cassidy mengambil gambar tersebut, Genevieve masih dikategorikan sebagai badai.

Baca juga: Badai Petir Bisa Memicu Serangan Asma yang Parah, Ini Penjelasannya

Dibagikan di Twitter Rabu (19/8/2020), Cassidy mengunggah tiga gambar dari stasiun luar angkasa internasional (ISS) yang menunjukkan badai Genevieve.

Dilansir Newsweek, Jumat (21/8/2020), pada saat itu pusat badai terletak lebih dari 100 mil di ujung selatan Baja California dan meluas hingga 140 mil menurut National Hurricane Center (NHC).

Badai itu bergerak ke arah utara-barat laut dengan kecepatan sekitar 8 mil per jam atau 13 kilometer per jam. Kemudian kecepatan angin maksimum mendekati 90 mil per jam atau 144 kilometer per jam.

Pada gambar yang ditangkap dari ISS, mata badai terlihat sangat jelas dan dikelilingi cincin awan yang berputar-putar.

Pada Kamis (20/8/2020), badai menghantam sebagian Baja California dengan hembusan angin topan dan hujan lebat sebelum melemah menjadi badai tropis.

Siklon tropis Genevieve menyebabkan pemadaman listrik dan layanan telepon di sebagian besar wilayah Los Cabos. Fenomen ini juga membanjiri jalanan dan menumbangkan pohon.

Di hari Selasa (18/8/2020), kecepatan angin yang tercatat akibat Genevieve sekitar 130 mil per jam. Inilah yang menjadikannya badai kategori 4 yang kuat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Oh Begitu
BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

BPOM Tak Akan Keluarkan Izin Edar Vaksin Corona Sebelum Terbukti Aman

Oh Begitu
Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Libur Panjang, Selat Malaka hingga Flores Waspada Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Penemuan yang Mengubah Dunia: Sejarah Termometer Hingga Manfaatnya di Masa Pandemi Covid-19

Oh Begitu
BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

BPOM: Belum Ada Kandidat Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Edar di Indonesia

Fenomena
Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Saat Sakit, Kelelawar Cenderung Melakukan Social Distancing

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Serba-serbi Hewan: Kenapa Undur-undur Jalan Mundur dan Bikin Lubang?

Oh Begitu
Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Virus Corona Si Penipu Ulung, Studi Jelaskan Cara Mimikri SARS-CoV-2

Fenomena
Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Oh Begitu
Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Kita
Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Fenomena
komentar
Close Ads X