Seperti Apa Rasanya Traveling dengan Kecepatan Cahaya?

Kompas.com - 23/08/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi kecepatan cahaya (Eduard Muzhevskyi/Science Photo Library/Getty Images)Ilustrasi kecepatan cahaya

KOMPAS.com – Jika Anda penggemar film fiksi ilmiah, mungkin Anda ingat adegan pesawat ulang-alik yang melakukan perjalanan antargalaksi dengan kecepatan cahaya.

Dalam film fiksi ilmiah biasanya diperlihatkan bahwa pesawat harus memiliki pendorong yang sangat kuat untuk bisa melewati medan antariksa dengan kecepatan cahaya.

Pada kenyataannya, melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya memang bisa dilakukan pada antariksa kita. Namun, butuh kekuatan yang sangat besar untuk melakukan “loncatan” tersebut.

Baca juga: Bukti Baru, Lubang Hitam Isap Materi Secepat Kecepatan Cahaya

Para ilmuwan juga memaparkan bahwa perjalanan dengan kecepatan cahaya memiliki beberapa rintangan. Beruntung, NASA baru-baru ini mengeluarkan video animasi yang menjelaskan bagaimana rasanya melakukan perjalanan dengan kecepatan cahaya.

Namun perlu diperjelas bahwa berdasarkan teori fisika, tepatnya teori relativitas Einstein, tidak ada yang bisa menyaingi kecepatan cahaya. Manusia atau teknologi apapun hanya bisa melakukan perjalanan hampir secepat cahaya.

Video yang dikeluarkan NASA tersebut berjudul “NASA’S Guide to Near-Light-Speed Travel” menceritakan seorang alien yang membangun pesawat ulang-alik dan melakukan perjalanan hingga 90 persen kecepatan cahaya (0.9c).

Baca juga: Pertama Kalinya, Astronom Menyaksikan Kilatan Cahaya Lubang Hitam Supermasif

Mengutip Science Alert, Minggu (23/8/2020), dalam video tersebut dipaparkan berbagai rintangan dalam melakukan perjalanan tersebut. Antara lain dilasi waktu, proteksi armada pesawat saat melewati medium antargalaksi.

Serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai bintang terdekat (Proxima Centauri), galaksi terdekat (Andromeda), atau galaksi terjauh (GN-z11).

Sejauh ini, para ilmuwan menemukan rintangan ini sangat sulit untuk dihadapi. Namun bukan berarti belum ada percobaan.

Baca juga: Raffi dan Nagita Lihat Aurora, Bagaimana Sih Cahaya Utara Ini Tercipta?

Inisiatif Breaktrough Starshot misalnya, merupakan proyek yang bertujuan untuk mengirimkan pesawat ulang-alik kecepatan tinggi untuk mendatangi Alpha Centauri dalam beberapa waktu mendatang.

Pesawat tersebut diharapkan dapat mencapai kecepatan 20 persen dari kecepatan cahaya (0.2c) sehingga perjalanannya hanya membutuhkan waktu 20 tahun.

Video yang dikeluarkan NASA ini merupakan kerja sama antara Goddard Media Studios (GMS) dari Goddard Space Flight Center (GSFC). Berikut videonya:

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Oh Begitu
Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Kita
Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Mamuju Tengah, Picu Kerusakan

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Mamuju Tengah, Picu Kerusakan

Oh Begitu
Produk Ekstrak Lebih Baik Dibanding Temulawak Segar, Simak 4 Alasannya

Produk Ekstrak Lebih Baik Dibanding Temulawak Segar, Simak 4 Alasannya

Oh Begitu
Libur Panjang, Waspada Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Indonesia

Libur Panjang, Waspada Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Indonesia

Fenomena
Terlihat Menggemaskan, Gigitan Kukang Asal Indonesia Ini Beracun dan Mematikan

Terlihat Menggemaskan, Gigitan Kukang Asal Indonesia Ini Beracun dan Mematikan

Fenomena
Ahli: Curcumin Bantu Jaga Fungsi Hati Saat Terjangkit Hepatitis

Ahli: Curcumin Bantu Jaga Fungsi Hati Saat Terjangkit Hepatitis

Oh Begitu
Fenomena Langka, Ular Berkepala Dua Ditemukan di Florida

Fenomena Langka, Ular Berkepala Dua Ditemukan di Florida

Fenomena
Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

Fenomena
Kateterisasi Jantung Kurangi Kematian Akibat Sindrom Penyumbatan Arteri

Kateterisasi Jantung Kurangi Kematian Akibat Sindrom Penyumbatan Arteri

Fenomena
Ahli AS: Vaksin Covid-19 Corona Mungkin Disetujui Akhir Tahun 2020

Ahli AS: Vaksin Covid-19 Corona Mungkin Disetujui Akhir Tahun 2020

Oh Begitu
komentar
Close Ads X