Tren Kasus Malaria Meningkat, Ibu Hamil dan Balita Perlu Waspada

Kompas.com - 23/08/2020, 11:56 WIB
Ilustrasi nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria SHUTTERSTOCK/SOMBOON BUNPROYIlustrasi nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria

Pada tahun 2019 dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 39 persen terjadi pada anak usia di bawah 15 tahun yaitu sekitar 96.659 kasus, sebanyak 14 persen atau 36.293 kasus terjadi pada balita, termasuk 3.858 kasus atau sekitar 2 persennya adalah bayi.

Terkait kasus malaria pada ibu hamil, Kementerian Kesehatan melakukan penelitian di Kabupaten Mimika, Papua sebagai salah satu daerah endemis malaria.

Berdasarkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa infeksi pada ibu hamil menyebabkan anemia berat pada ibu dan penurunan berat lahir janin.

Sedangkan, infeksi malaria pada bayi merupakan penyebab utama anemia berat dan bersama dengan kecacingan.

Ironisnya, cacingan dan anemi ini bisa menjadi penyebab utama stunting yang terjadi di daerah endemis malaria.

Berdasarkan data tahun 2019 sebanyak 58 persen yaitu 92 dari 160 kabupaten/kota prioritas stunting merupakan daerah endemis malaria.

Integrasi program malaria dengan kesehatan ibu dan balita

Dikarenakan kasus malaria ini berisiko tinggi, Nadia berkata, integrasi program malaria dengan kesehatan ibu dan balita juga telah dihimpun berdasarkan situasi terkini masus malaria dan stunting di Indonesia.

Oleh sebab itu, kegiatan integrasi dilaksanakan melalui penapisan atau skrining malaria dan pemberian kelambu anti nyamuk terhadap ibu hamil.

Pemberian kelambu anti nyamuk ini juga dilaksanakan pada saat kunjungan pertama pelayanan masa kehamilan.

"Untuk pembagian kelambu masal tentu diatur dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, artinya tidak bergerombool dan kalaupun berkumpul dibatasi jumlahnya dan daitur waktunya dan tikak lebih dari 5-10 orang perhari," jelasnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

Oh Begitu
Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kita
Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Oh Begitu
Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Kita
Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Oh Begitu
Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Fenomena
Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Oh Begitu
Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Oh Begitu
Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X