Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Telemedisin, Inovasi Teknologi di Masa Pandemi Covid-19 Mudahkan Layanan Kesehatan

Kompas.com - 22/08/2020, 18:32 WIB
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Penulis


KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 mulai mengubah seluruh pola kehidupan masyarakat, bahkan mendorong berkembangnya inovasi teknologi di berbagai bidang, salah satunya di dunia kesehatan.

Pemanfaatan teknologi yang cukup menonjol selama masa pandemi ini yakni lahirnya telemedisin sebagai solusi kesehatan bagi masyarakat.

Dalam webinar bertajuk Telemedisin untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan, berdasarkan data dari McKinsey, 44 persen responden beralih dari tatap muka dengan dokter ke daring di masa pandemi.

"Kebiasaan baru di sektor layanan kesehatan jadi indikator kuat bahwa Covid adalah katalis yang bisa mempercepat transformasi digital nasional," kata Plate, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Melahirkan Berbagai Inovasi Sains dan Teknologi di Indonesia

Plate berharap layanan telemedisin dapat mencapai wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di seluruh Indonesia.

Oleh karenanya, diperlukan adanya kerjasama lintas kementerian antara Kominfo, Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, Asosiasi Telemedisin Indonesia (Atensi) dan juga seluruh ekosistem untuk bisa mewujudkan telemedisin ke seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, inovasi teknologi telemedisin sangat membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sebab, infrastruktur layanan kesehatan di Indonesia ini masih belum memadai.

Ilustrasi konsultasi kesehatan dengan dokter.Shutterstock Ilustrasi konsultasi kesehatan dengan dokter.

Baca juga: Telemedicine, Manfaatkan Teknologi Startup untuk Penanganan Covid-19

Oscar mengatakan Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta hanya mempunyai 10.168 puskesmas, 2.877 Rumah Sakit, 9.205 klinik dan 30.260 apotek.

"Karena itu, layanan kesehatan secara digital seperti telemedisin akan memudahkan akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan," jelas Oscar.

Untuk menghadapi perubahan pola kehidupan di masa pandemi, Kementerian Kesehatan berupaya mempermudah akses layanan kesehatan dengan e-health.

Kemenkes juga sudah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Telemedisin Indonesia yang beranggotakan banyak startup di sektor pelayanan kesehatan, guna meningkatkan kualitas layanan digital health.

Ilustrasi inovasi teknologi di dunia kesehatan (medis), digital health.SHUTTERSTOCK/metamorworks Ilustrasi inovasi teknologi di dunia kesehatan (medis), digital health.

“Selain itu, Kemenkes juga akan memberikan pelatihan e-learning kepada tenaga medis di daerah untuk meningkatkan profesionalisme. Jadi, tenaga medis di daerah tidak kalah dengan tenaga medis di pulau Jawa yang sudah terbiasa menerapkan telemedisin,” ujar Oscar.

Teknologi memutus rantai penyebaran Covid-19

Staf Khusus Menteri Kesehatan Alexander Ginting menambahkan teknologi yang dihadirkan telemedisin dapat digunakan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebab, teknologi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat agar tetap di rumah dan tidak harus ke rumah sakit untuk melakukan cek kesehatan selama masa pandemi.

"Kami meminta bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia dan juga Asosiasi Telemedisin untuk menyosialisasikan praktik telemedisin ini ke seluruh Indonesia," kata Ginting dalam webinar Tantangan Pelayanan Kesehatan di Masa Depan.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Corona di Indonesia: Ini Teknologi yang Digunakan Eijkman

Pihaknya juga berharap agar startup telemedisin dapat mengjangkau seluruh masyarakat, tidak hanya di pulau Jawa dan Sumatera, tetapi juga wilayah tertinggal.

Ginting menambahkan, Kementerian Kesehatan sudah membangun ekosistem digital antara lain dengan membuat aplikasi yang bisa menghubungkan RS rujukan dan puskesmas.

Aplikasi itu juga bisa memberikan informasi tak hanya tentang orang yang sakit tetapi juga jumlah tempat tidur yang tersedia.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan ada tiga hal yang penting dalam konsep digital health.

Baca juga: 4 Gelombang Besar Covid-19 yang Menghantam Sistem Layanan Kesehatan

Di antaranya infrastruktur internet yang memadai, integrasi telemedisin yaitu pelayanan kesehatan yang terkomputerisasi serta tenaga medis yang menguasai dan paham akan literasi teknologi.

"Ketiga, electronic medical record yaitu sistem informasi terintegrasi kerahasiaan pasien," kata Daeng.

Kendati demikian, hingga saat ini, menurut Daeng, belum ada regulasi khusus soal telemedisin, yang menjadi pedoman saat ini adalah Surat Edaran Menteri Kesehatan dan juga Konsil Kedokteran.

Oleh sebab itu, IDI berharap agar pemerintah dapat segera membuat aturan permanen terkait pemanfaatan inovasi teknologi telemedisin ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com