BMKG Ungkap 2 Faktor Tingkatkan Potensi Rob dan Gelombang Tinggi Pekan Ini

Kompas.com - 22/08/2020, 10:01 WIB
Warga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak  26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww. AHMAD SUBAIDIWarga berdiri di pinggiran pantai Ampenan saat terjadi gelombang tinggi di sepanjang pesisir pantai Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (27/5/2020). Menurut keterangan sejumlah nelayan di daerah tersebut gelombang tinggi terjadi sejak 26 Mei 2020 (pukul 03.00 Wita) yang mengakibatkan banjir rob dan sejumlah perahu nelayan rusak diterjang gelombang di Lingkungan Pondok Perasi dan Kampung Bugis.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.


KOMPAS.com- Masyarakat di sekitar pesisir dan yang akan beraktivitas di perairan diingatkan untuk waspada gelombang tinggi dan banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan ada setidaknya dua faktor yang menjadikan potensi rob atau banjir pesisir di akhir pekan ini, yakni sebagai berikut.

1. Faktor astronomis; Perigee

Bersamaan dengan adanya fenomena langit berupa Perigee atau Bulan yang berada di titik terdekat dengan Bumi, potensi gelombang tinggi dan banjir pesisir atau rob di perairan Indonesia juga meningkat.

Untuk diketahui, fenomena Perigee pada hari ini Jumat (21/8/2020), akan mengalami masa puncaknya sekitar pukul 17.49 WIB.

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Akhir Pekan, Ini Daftarnya Wilayahnya

 

Meskipun, di sebagian wilayah justru Perigee dapat disaksikan setelah Matahari terbenam.

Kendati tidak sama, tetapi layaknya kondisi bulan purnama, pada saat Perigee terjadi, maka bulan akan tampak lebih besar daripada biasanya.

Warga melintas di Kompleks Pantai Mutiara yang tergenang banjir rob di Penjaringan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). Banjir di kawasan tersebut diduga akibat adanya tanggul yang jebol saat naiknya permukaan air laut di pesisir utara Jakarta.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Warga melintas di Kompleks Pantai Mutiara yang tergenang banjir rob di Penjaringan, Jakarta, Minggu (7/6/2020). Banjir di kawasan tersebut diduga akibat adanya tanggul yang jebol saat naiknya permukaan air laut di pesisir utara Jakarta.

Baca juga: Banjir Rob Berpotensi Terjadi Kembali, Ini 4 Faktor Pemicunya

Selain itu, pada umumnya fenomena yang berkaitan dengan Bulan akan berdampak terhadap pasang-surut air laut.

Begitupun fenomena Perigee kali ini, BMKG menyebutkan dalam keterangan tertulisnya bahwa Perigee menjadi salah satu faktor astronomis yang berpotensi menyebabkan rob dan gelombang tinggi terjadi.

2. Faktor meteorologis; gelombang tinggi

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan terdapat faktor meteorologis berupa potensi gelombang tinggi yang diprakirakan terjadi mencapai 4 meter di sejumlah perairan Indonesia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X