Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Kita Bangun Tidur Sebelum Alarm Bunyi?

Kompas.com - 21/08/2020, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Salah satu hal paling menyebalkan adalah bangun tidur sebelum alarm berbunyi. Entah hanya berbeda lima menit atau dua menit.

Rasanya waktu berharga untuk tidur dirampok karena bangun lebih awal dari alarm yang sudah disetel.

Uniknya, hal seperti ini tidak hanya dialami Anda seorang. Banyak orang mengalami hal serupa.

Jadi, apa yang menyebabkannya?

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: 5 Rahasia Pusar yang Mungkin Tidak Anda Tahu

Jam internal tubuh

Jam internal tubuh kita atau yang dinamai ritme sirkadian, bertugas mengatus siklus tidur sampai bangun kita.

Ritme sirkadian mengontrol tekanan darah, suhu tubuh, dan waktu kapan mengantuk dan terjaga selama 24 jam setiap harinya.

Faktor eksternal dapat memengaruhi ritme sirkadian kita.

Misalnya ketika sudah malam, mata akan mengirimkan sinyal ke hipotalamus - bagian otak yang menentukan tingkat energi dan membantu mempertahankan ritme sirkadian - bahwa Anda seharusnya sudah merasa lelah dan mengantuk.

Otak kemudian akan meresponsnya dengan mengirim sinyal ke tubuh untuk melepaskan melatonin yang membuat Anda merasa lelah.

Jam tubuh kita bekerja dengan baik jika memiliki rutinitas teratur.

Misalnya Anda pergi tidur pada jam yang sama setiap malam, itu akan membiasakan jumlah jam tidur yang Anda miliki dan secara otomatis tahu kapan harus bangun di pagi hari.

Siklus tidur sebagian besar diatur oleh protein PER, yang kadarnya naik turun setiap hari.

Ketika tingkat protein PER turun (di malam hari), detak jantung akan melambat, tekanan darah turuh, dan Anda sudah mulai sulit berpikir. Ini merupakan sinyal Anda lelah dan mengantuk.

Jika Anda memiliki rutinitas bangun dan tidur yang konsisten, Anda akan bangun di waktu yang sama setiap hari dan saat itu pula tubuh akan meningkatkan kadar PER-nya, termasuk tekanan darah dan suhu tubuh.

Selain itu, tubuh akan melepaskan hormon seperti kortisol yang membantu mengatasi stres untuk membantu memudahkan menjalani hari.

Ilustrasi memencet tombol tunda saat alarm berbunyiSHUTTERSTOCK/Andrey_Popov Ilustrasi memencet tombol tunda saat alarm berbunyi

Tombol tunda mengganggu siklus tubuh

Dilansir IFL Science, Rabu (19/8/2020), tubuh sebenarnya membenci suara alarm yang membangunkan kita dari tidur dengan suara keras, seolah memaksa. Tubuh seperti ingin bangun dengan santai dan sendirinya.

Tubuh Anda sangat terlatih sehingga tahu persis kapan harus bangun dalam beberapa menit.

Namun, terkadang kita justru panik karena mengira ketiduran dan melewatkan alarm yang sudah dipasang.

Sementara itu, ketika kita memencet tombol tunda dalam aplikasi alarm di handphone, itu justru mengganggu pekerjaan baik yang dilakukan tubuh untuk membantu Anda tersadar dengan lancar dari tidur ke bangun.

Dalam prosesnya, tubuh mengganti hormon yang membantu Anda tertidur dengan hormon yang membantu Anda bangun. Dan saat tombol tunda dipencet, ini mengganggu sistem tersebut.

Jadi, mengapa memiliki alarm? Tidak bisakah tubuh dipercaya untuk bangun sendiri?

Rutinitas membantu Anda tidur lebih nyenyak, bahkan jika Anda suka tidur lewat tengah malam.

Konsistensi adalah kuncinya atau jam tubuh Anda tidak akan tahu apa yang harus dilakukan dengan dirinya sendiri.

Bahkan hanya berbaring di akhir pekan dapat membuat jam tubuh Anda rusak - membatalkan pekerjaan baik dari rutinitas hari kerja, dan tidak melakukan cukup banyak hal untuk membantu Anda memulihkan kerusakan akibat kehilangan tidur.

Di sisi lain, terlalu banyak tidur juga memiliki risiko kesehatan.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Ahli menyarankan untuk tidak menggunakan alarm pada handphone Anda.

Pasalnya, cahaya "night mode" yang dipancarkan layar mengganggu sinyal tubuh dan itu mengisyaratkan bahwa masih gelap dan membuat Anda mengantuk.

Selain itu, cahaya birus spesifik dari layar dapat mengurangi produksi melatonin tubuh.

Sebagai gantinya, gunakan suara alarm dari jam yang memiliki suara bertahap yang perlahan-lahan sehingga tidak mengagetkan saat bangun.

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan jam alarm dari cahaya alami. Dengan simulasi cahaya alami dari matahari akan mendorong ANda bangun dan membantu mata menyesuaikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.