Kompas.com - 19/08/2020, 17:04 WIB
Ilustrasi uji klinis imunomodulator herbal untuk pasien Cojvid-19 di laboratorium. SHUTTERSTOCK/GorodenkoffIlustrasi uji klinis imunomodulator herbal untuk pasien Cojvid-19 di laboratorium.


KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menyelesaikan uji klinis imunomodulator herbal yang dikembangkan bersama sejumlah peneliti di Rumah Sakit Darurat Corona (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.

Uji klinis tersebut selesai dilakukan terhadap 90 subjek penelitian dengan rentang usia 18-50 tahun yang diberikan intervensi selama 14 hari, yang dimulai sejak 8 Juni lalu.

Seperti diberitakan Kompas.com, Senin (17/8/2020), imunomodulator adalah zat yang dapat memengaruhi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Penelitian mengacu pada pemanfaatan tanaman obat yang dimiliki Indonesia. Terdapat dua produk yang diuji klinis sebagai imunomodulator, yakni Cordyceps militaris dan kombinasi ekstrak herbal.

Baca juga: LIPI Selesaikan Uji Klinis Imunomodulator Herbal untuk Pasien Covid-19

Kombinasi ekstrak herbal ini terdiri dari rimpang jahe merah (Zingiber officinale var Rubrum), daun meniran (Phyllanthus niruri), sambiloto (Andrographis paniculata), dan daun sembung (Blumea balsamifera).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kombinasi herbal tersebut sudah diformulasikan, memiliki data stabilitas dan ada prototipenya," kata Masteria Yunovilsa Putra, Ph.D dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Imunomodulator Herbal untuk Penanganan Covid-19.

Dalam Diskusi Tim Uji Klinis Kandidat Imunomodulator untuk Pasien Covid-19 disampaikan data uji klinis telah dikirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ilustrasi, jahe merah salah satu tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki khasiat sebagai imunomodulator bagi pasien Covid-19 yang sedang dikembangkan LIPI.SHUTTERSTOCK/Masitah Harun Ilustrasi, jahe merah salah satu tanaman herbal asli Indonesia yang memiliki khasiat sebagai imunomodulator bagi pasien Covid-19 yang sedang dikembangkan LIPI.

Baca juga: Konferensi Internasional Sains dan Matematika 2020, LIPI Jadi Panelis

"Kami tidak akan melaporkan hasil uji klinis ini, sebelum BPOM menyatakan imunomodulator ini berhasil atau tidaknya," ungkap Masteria.

Masteria mengatakan setelah hasil dari BPOM dikeluarkan, maka pihaknya akan mempublikasikan data hasil uji klinis terhadap imunomodulator yang dikembangkan LIPI tersebut.

"Setelah ada hasil dari BPOM, pasti akan kami buka (publikasikan) nantinya," ungkap Masteria saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.