Karhutla dan Corona Ancaman Ganda Indonesia, Begini Analisis Dampaknya

Kompas.com - 14/08/2020, 16:33 WIB
Petugas pemadam dari Manggala Agni dan TNI-Polri melakukan proses pemadaman kebakaran lahan di Desa Ulak Petangisan Kecamatan Pemulutan Barat Ogan Ilir Sumatera Selatan, Selasa (4/8/2020) AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGPetugas pemadam dari Manggala Agni dan TNI-Polri melakukan proses pemadaman kebakaran lahan di Desa Ulak Petangisan Kecamatan Pemulutan Barat Ogan Ilir Sumatera Selatan, Selasa (4/8/2020)

KOMPAS.com - Indonesia sedang menghadapi situasi ancaman ganda berupa pandemi Covid-19 dan potensi kebakaran hutan dan lahan ( karhutla).

Disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo; BNPB melihat pandemi Covid-19 dan karhutla sebagai ancaman ganda yang berpotensi menyerang orang-orang yang sangat rentan.

Terutama para lansia dan juga penderita penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

"Menghadapi karhutla tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena kita menghadapi pandemi Covid-19 juga," kata Doni dalam Katadata Forum Virtual Series bertajuk Ancaman Karhutla dan Covid-19 di Masa Pandemi, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Spartan Inovasi Baru Antisipasi Karhutla Indonesia dari BMKG, Apa Kelebihannya?

Oleh sebab itu, Doni menegaskan bahwa perlu ada upaya yang lebih seirus dan lebih optimal lagi untuk menyampaikan ke seluruh lapisan masyarakat agar mencegah terjadinya karhutla.

"Jangan ada yang membiarkan terjadinya kebakaran," tegasnya.

Analisis potensi bencana karhutla dan Covid-19

Melihat kondisi potensi karhutla di tengah pandemi Covid-19, Yayasan Madani Berkelanjutan melakukan analisis mengenai pemetaan Area Rawan Terbakar (ART) dan Area Potensi Terbakar (APT).

Direktur Eksekutif Yayasan Madani Berkelanjutan, Muhammad Teguh Teguh Surya menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan dan diolah ini kemudian disilangkan dengan data Indeks Kewaspadaan Provinsi (IKP) dari Kawal Covid-19 untuk memetakan besaran ancaman karhutla dan Covid-19 di berbagai daerah.

"Serangan ganda karhutla dan Covid-19 ini telah nyata di depan mata," kata Teguh.

Adapun temuan Madani dalam analisis yang dilakukan, terdapat empat provinsi di Indonesia yang memiliki kerentanan karhutla tertinggi tahun ini, sekaligus juga memiliki kewaspadaan kasus Covid-19 yang tinggi.

Baca juga: Karhutla Ancam Flora Endemik di Sumatera dan Kalimantan

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
BMKG: Sampai Besok, Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

BMKG: Sampai Besok, Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter

Fenomena
komentar
Close Ads X