Studi: Rokok Elektronik Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19 hingga 7 Kali

Kompas.com - 14/08/2020, 13:02 WIB
Ilustrasi vape. ThinkstockphotosIlustrasi vape.

KOMPAS.com – Masyarakat pengguna rokok elektronik memiliki risiko infeksi virus corona lima hingga tujuh kali lebih tinggi. Hal tersebut berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di beberapa instansi dan universitas di Amerika Serikat.

“Remaja dan dewasa muda yang menggunakan rokok elektronik memiliki risiko besar terinfeksi Covid-19, karena Anda merusak paru-paru diri Anda sendiri,” tutur penulis studi Bonnie Helpern-Felsher, profesor pediatric di Stanford University School of Medicine.

Dalam melakukan studi ini, para peneliti menganalisis survei terhadap 4.351 responden dengan usia antara 13-24 tahun yang tersebar di berbagai negara bagian AS.

Baca juga: Diklaim Bebas Nikotin, Rokok Elektronik Tetap Bisa Sebabkan Kanker

Peneliti menanyakan kepada responden apakah mereka merokok elektronik atau konvensional, dan kapan terakhir hal itu dilakukan dalam 30 hari belakangan.

Dikutip dari The Independent, Jumat (14/8/2020), para responden juga ditanyai apakah mereka merasa ada gejala Covid-19, atau telah terinfeksi Covid-19.

Di antara responden yang telah dites Covid-19, mereka yang menggunakan rokok elektronik lima kali lipat lebih banyak terinfeksi dibanding mereka yang tidak merokok elektronik.

Angka tersebut bertambah menjadi 6,8 kali terhadap mereka yang merokok konvensional dan elektronik secara bersamaan.

Baca juga: Hari Tanpa Tembakau Sedunia, WHO Ingatkan Rokok Memperparah Risiko Infeksi Covid-19

“Remaja dan dewasa muda biasanya berpikir bahwa usia mereka bisa melidungi dari virus, atau mereka tidak akan merasakan gejala Covid-19. Namun studi membuktikan tidak seperti itu,” lanjut peneliti lainnya, Shivani Mathur Gaiha.

Studi tersebut, lanjut Gaiha, juga membuktikan bahwa mereka yang merokok elektronik memiliki risiko infeksi yang jauh lebih besar dari perkiraan.

Para remaja yang menggunakan vape dan rokok konvensional sekaligus dalam 30 hari mengalami gejala Covid-19 yang jelas. Mulai dari batuk, demam, kelelahan, dan kesulitan bernapas.

Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa seseorang yang merokok, baik elektronik maupun konvensional, memiliki risiko tingkat keparahan yang lebih tinggi ketika terinfeksi Covid-19.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

NASA akan Kirim Astronot Perempuan Pertama ke Bulan pada 2024

Oh Begitu
Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Oh Begitu
BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

Fenomena
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

Fenomena
Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Kita
3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

Kita
Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Fenomena
IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

Oh Begitu
Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Kita
10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

Kita
Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Oh Begitu
Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Oh Begitu
komentar
Close Ads X