Bukan Hewan Soliter, Hiu Terbukti Membentuk Komunitas

Kompas.com - 12/08/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi hiu karang yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem terumbu karang. Survei baru-baru ini ungkap hiu karang punah secara fungsional di sejumlah lautan di Bumi. SHUTTERSTOCK/frantisekhojdyszIlustrasi hiu karang yang memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem terumbu karang. Survei baru-baru ini ungkap hiu karang punah secara fungsional di sejumlah lautan di Bumi.

KOMPAS.com - Sebagian dari kita mungkin menganggap kalau hiu merupakan mahluk soliter. Mengintai diam-diam di bawah ombak dan hanya berkumpul sementara waktu untuk tujuan tertentu.

Namun pemikiran itu mungkin tak selamanya benar. Sebab menurut penelitian baru, hiu ternyata dapat membentuk kelompok sosial dengan beberapa hiu, bahkan terikat selama bertahun-tahun.

Baca juga: Survei Ini Ungkap Hiu Karang Punah Secara Fungsional di Lautan Bumi, Kok Bisa?

"Kami menemukan bahwa komunitas hiu memiliki struktur sosial kompleks yang stabil sebanding dengan burung laut bahkan beberapa mamalia," ungkap Yannis Papastamatiou, peneliti dari Florida Internasional University, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (12/8/2020).

Dalam studinya, para peneliti melakukan pengamatan terhadap hiu karang abu-abu (Carcharhinus amblyrhynchos).

Setidaknya, ada 41 hiu karang di sekitar Palmyra Atoll yang diamati.

 

Hasil yang didapat dari data menunjukkan kalau hiu berkumpul bersama secara sosial dan mengalami perubahan ukuran kelompok.

Para peneliti menyebut kalau perilaku hiu tersebut konsisten dengan apa yang dikenal sebagai kelompok fisi-fusi, kelompok yang terdiri dari anggota inti yang berubah.

 

"Studi menunjukkan bahwa hiu juga membentuk kelompok sosial dengan asosiasi yang bermacam-macam berdasarkan pola lingkungan yang bertahan selama beberapa tahun," tulis peneliti dalam laporan mereka.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Bahkan, analisis data juga mengungkap kalau beberapa hiu terus bergaul satu sama lain selama rentang waktu empat tahun penelitian.

Lebih lanjut, Papastamatiou menjelaskan kelompok sosial tersebut terbentuk sebagai cara untuk meningkatkan peluang dalam menangkap mangsa. Berburu bersama tentu lebih menguntungkan dibandingkan sendiri.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X