Terkenal Buruk, Begini Kualitas Udara Jakarta Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 12/08/2020, 10:02 WIB
Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Jakarta berada di urutan kedua yang mengonfirmasi jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Tanah Air.

Seiring dengan itu, persoalan kualitas udara masih menjadi masalah yang harus dihadapi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Seperti kita tahu, kualitas udara Jakarta adalah yang paling buruk di antara berbagai kota-kota metropolitan di Indonesia.

Lantas bagaimana kondisi kualitas udara di Jakarta selama masa pandemi Covid-19?

Baca juga: PSBB Transisi Jakarta Nomor Dua Penyumbang Polusi Udara Dunia, Kok Bisa?

Disampaikan oleh analis Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA), Isabella Suarez, kondisi kualitas udara di Jakarta selama pandemi ini masih tetap mengkhawatirkan.

"Bahkan dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini pun, kualitas udara di Jakarta tidak meningkat secara signifikan (kualitas baiknya)," kata Isabella dalam diskusi daring bertajuk Polusi Lintas Batas: Darimana Asal Kerumunan Gas Beracun di Kota Jakarta? yang dilakukan pada Selasa (11/8/2020).

Pemantauan terhadap kualitas udara di Jakarta pada tahun 2020 ini dilakukan oleh CREA sejak awal tahun 2020 hingga bulan Mei. Sementara, identifikasi kasus Covid-19 pertama kali di Indonesia dilaporkan pada 2 Maret 2020.

Dalam laporan penelitian kualitas udara oleh CREA tersebut, ditemukan bahwa dengan adanya gangguan pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 sekalipun, kaulitas udara dari bulan Maret hingga Mei tetap dalam tingkat sedang hingga tidak sehat.

Padahal, tahun-tahun sebelumnya juga tingkat kualitas udara di Jakarta memang berada dalam fase sedang hingga tidak sehat.

Seperti dalam catatan pemantauan udara PM 2,5 oleh Kedutaan Besar AS di Jakarta, dalam satu tahun kota Jakarta hanya mengalami sedikit sekali jumlah hari yang partikulat udaranya dalam kategori bersih atau sehat.

  • Pada tahun 2017, di Jakarta hanya mengalami 40 hari dengan kualitas udara yang baik, di mana sebagian besar terjadi pada bulan Januari, November dan Desember.
  • Pada tahun 2018, di Jakarta hanya memiliki 25 hari dengan kualitas udara yang baik, jauh berbeda dengan 101 hari tercaat kualitas udara berkategori tidak sehat.
  • Pada tahun 2019, jumlah hari tidak sehat meningkat menjadi 172 atau lebih dari 50 persen daripada tahun sebelumnya, dan hanya ada 8 hari dengan kualitas udara yang baik.
  • Pada periode tahun 2020 ini, sejauh ini ternyata untuk kali pertama dalam empat tahun, tidak ada satu hari pun yang memiliki kualitas udara yang baik.

Baca juga: Ahli: Sebelum Covid-19, Partikulat Polusi Sudah Ancam Hidup Manusia

Langit biru terlihat dari Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sepinya aktivitas warga Ibu Kota karena pembatasan sosial membuat langit Jakarta cerah dengan tingkat polusi yang rendah.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Langit biru terlihat dari Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sepinya aktivitas warga Ibu Kota karena pembatasan sosial membuat langit Jakarta cerah dengan tingkat polusi yang rendah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X