Kematian Ratusan Gajah di Botswana Masih Misteri, Hasil Tes Tidak Meyakinkan

Kompas.com - 12/08/2020, 08:02 WIB
Seekor gajah yang mati di Okavango Delta, Botswana pada Mei-Juni 2020. HANDOUT via REUTERSSeekor gajah yang mati di Okavango Delta, Botswana pada Mei-Juni 2020.

KOMPAS.com - Pertanyaan tentang apa yang menjadi penyebab matinya ratusan gajah di Botswana, Afrika bagian selatan masih menjadi misteri.

Hasil tes yang lama ditunggu-tunggu pun tidak menunjukkan bukti meyakinkan.

Seperti diberitakan Business Insider Minggu (9/8/2020), antara Mei hingga Juli 2020, ada lebih dari 350 bangkai gajah ditemukan tergeletak di dekat panhandle Okavango, di barat laut Botswana.

Beberapa bangkai gajah ditemukan di dekat saluran air. Dari foto-foto yang diambil menunjukkan kematian gajah-gajah itu mendadak.

Baca juga: Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Pasalnya, gajah yang mati karena sakit biasanya badannya kurus kering, lemah, dan hampir tidak bisa berjalan.

Awalnya para ahli menduga kematian gajah-gajah itu karena sengaja diracun sebagai buntut konflik petani-gajah di sana.

Namun, dugaan tersebut tak dapat dibuktikan.

Hasil dari sampel uji yang dikirim ke laboratorium di Afrika Selatan dan Zimbabwe tak menemukan adanya kandungan pestisida, bahan kimia pertanian, atau patogen yang biasanya digunakan untuk meracuni hewan liar.

Kementerian lingkungan Botswana dalam sebuah pernyataan mengatakan, hingga saat ini pihaknya sedang menyelidiki keracunan dari alam sebagai penyebab potensial kematian.

"Kami masih mencurigai (gajah-gajah) mati karena keracunan. Oleh karena itu, faktor lingkungan, termasuk racun dari alam masih diselidiki," kata Dr. Niall McCann kepada The Guardian.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X