WHO: Dunia Catat Hampir 750 Ribu Kematian Akibat Covid-19

Kompas.com - 11/08/2020, 19:02 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global  EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI SALVATORE DI NOLFITedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI

KOMPAS.com - Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (10/8/2020) mengatakan ada kepedihan dan penderitaan luar biasa di balik statistik mengenai pandemi virus corona.

Saat ini, ada lebih dari 20 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi dan hampir 750 ribu kematian akibat virus SARS-CoV-2 pada pekan ini.

Berbicara pada keterangan pers di Jenewa, Tedros mengatakan bahwa meskipun sekarang adalah momen sulit bagi dunia. Ada tanda-tanda harapan di negara manapun dan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mengubah kondisi wabah.

Baca juga: Mengapa Donasi Susu Formula Saat Pandemi Covid-19 Berbahaya?

"Bahkan di negara-negara di mana penularannya tinggi, wabah dapat dikendalikan dengan menerapkan semua respons oleh pemerintah dan masyarakat," kata Tedros.

"Rantai penularan telah diputus oleh kombinasi pengidentifikasian kasus secara cepat, pelacakan kontak yang komprehensif, perawatan klinis bagi pasien secara memadai, menjaga jarak fisik, mengenakan masker, membersihkan tangan secara teratur, dan batuk yang menjauhi orang-orang lain."

Ia menyebut contoh negara-negara seperti Perancis, Jerman, Korea Selatan, Spanyol, Italia, dan Inggris yang mengalami wabah besar-besaran awal tahun ini, tetapi sewaktu mereka bertindak, mereka dapat menekannya.

India pada hari Senin (10/8/2020) melaporkan lebih dari 1.000 kematian baru akibat virus corona, yang terbanyak yang pernah dicatat negara itu dalam satu hari, sejak pandemi merebak.

Angka baru itu membuat India mencatat total 44.386 kematian, di bawah AS, Brazil, Meksiko dan Inggris.

Negara itu juga melaporkan kasus terkukuhkan baru yang jauh lebih banyak daripada negara manapun di dunia untuk enam hari berturut-turut, termasuk 62 ribu pada hari Senin (10/8/2020).

Australia melaporkan 19 kematian baru, jumlah terbanyaknya dalam satu hari, sementara pusat wabah di negara itu, negara bagian Victoria, mulai mengalami penurunan jumlah kasus baru.

Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone.ANTARA FOTO/REUTERS/BRUNO KELLY Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Kita
Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
komentar
Close Ads X