Kafein Bisa Membantu Meredakan Sakit Kepala Migrain, Asal ...

Kompas.com - 11/08/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi kopi susu kekinian. SHUTTERSTOCK/ANNA_PUSTYNNIKOVAIlustrasi kopi susu kekinian.

KOMPAS.com - Kafein dan sakit kepala memiliki hubungan yang rumit.

Faktanya, kafein dapat meredakan sekaligus memicu sakit kepala. Ini tergantung seberapa banyak dan seberapa sering orang mengonsumsinya.

Kafein terkandung dalam beragam minuman ringan, kopi, teh, coklat, dan masih banyak lagi. Kafein juga disebut sebagai stimulan sistem saraf pusat.

Tentang bagaimana kafein dapat memengaruhi sakit kepala dan efeknya, berikut penjelasannya.

Baca juga: Gemar Konsumsi Kafein dan Berat Badan Tak Ideal, Bisa Picu Kemandulan

Kafein membantu meredakan sakit kepala

Sakit kepala khususnya migrain biasanya disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di sekitar otak yang meningkatkan jumlah aliran darah ke otak.

Perubahan aliran darah ini memicu sejumlah mekanisme rumit di otak yang menyebabkan sakit kepala.

Dilansir Insider, Selasa (11/8/2020), kafein memiliki sifat vasokonstriksi, yakni menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke otak.

Hasilnya, saat migrain dan mengonsumsi kafein akan membantu meredakan nyeri migrain.

Studi yang terbit di Human Brain Mapping Journal pada 2009 menemukan bahwa kafein dapat mengurangi aliran darah di otak hingga rata-rata 27 persen.

Dengan cara ini, kefein membantu meredakan migrain serta menghilangkan rasa sakit setelah Anda migrain.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Kita
Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
komentar
Close Ads X