Benarkah Pandemi Virus Corona adalah Konspirasi? Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 11/08/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi teori konspirasi pandemi virus corona, Covid-19. SHUTTERSTOCK/Feng YuIlustrasi teori konspirasi pandemi virus corona, Covid-19.


KOMPAS.com - Pandemi virus corona di seluruh dunia semakin berkembang dan mengakibatkan jutaan pasien terinfeksi dan ratusan ribu pasien meninggal dunia.

Data per Selasa (11/8/2020) dari laman Worldometers, jumlah total kasus virus corona yang telah dikonfirmasi di dunia mencapai lebih dari 20,2 juta kasus.

Sementara itu, dari angka tersebut, sebanyak 737.864 kasus meninggal dunia dan lebih dari 13,1 juta pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Bersamaan dengan perkembangan pandemi tersebut, tidak diketahui pastinya kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Sejumlah isu yang menyatakan bahwa pandemi ini hanya konspirasi juga semakin marak dan meluas.

Baca juga: Dari Senjata Biologis hingga 5G, Ini Teori Konspirasi Sesat tentang Corona

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang juga percaya terhadap adanya konspirasi dan tidak percaya terhadap Covid-19 yang telah menyebabkan jutaan orang terinfeksi.

Beberapa konspirasi yang sedari awal ramai diperbincangkan adalah terkait kebocoran laboratorium biologi di China, pengembangan senjata biologis, target penanaman chips di dalam tubuh, dan lain sebagainya.

Kendati sebagian isu konspirasi ini telah terbantahkan oleh bukti-bukti ilmiah, tetapi sebagian lagi masih dipercaya karena belum bisa dibuktikan secara fakta.

Ilustrasi virus corona, Covid-19Shutterstock Ilustrasi virus corona, Covid-19

Baca juga: [VIDEO] Teori-teori Konspirasi Sesat Seputar Virus Corona

Lantas, benarkah pandemi virus corona ini hanya sekadar konspirasi semata?

Mengenai isu ini, peneliti Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Neni Nurainy menegaskan, sebenarnya masyarakat harus menyadari dan membuka pikiran bahwa tidak semua hal bisa dikaitkan dengan suatu konspirasi.

"Epidemi dan pandemi itu bukanlah suatu konspirasi," kata Neni dalam diskusi daring bertajuk Webinar SISJ-ALMI: Vaksin Covid-19 di Indonesia, Sabtu (8/8/2020).

Sedari dahulu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan daftar R n D Blueprint tentang penyakit yang diprioritaskan dapat menyebabkan penyakit epidemik dan pandemik di kemudian hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X