Dampak Infeksi Virus Corona pada Anak Berpotensi Lebih Lama, Kok Bisa?

Kompas.com - 11/08/2020, 08:03 WIB
Ilustrasi pasien anak yang dirawat dengan infeksi virus corona. Gejala Covid-19 pada anak-anak sebagian besar lebih ringan. SHUTTERSTOCK/sumroeng chinnapanIlustrasi pasien anak yang dirawat dengan infeksi virus corona. Gejala Covid-19 pada anak-anak sebagian besar lebih ringan.


KOMPAS.com - Dibandingkan orang dewasa, infeksi virus corona yang lebih lama berpotensi lebih banyak dialami anak-anak.

Seperti dilansir dari CNN, Senin (10/8/2020), seorang anak di Inggris mengalami batuk pada awal Maret. Namun, tanpa gejala lain Covid-19, orangtuanya mengisolasinya di rumah selama dua pekan, sesuai petunjuk pemerintah.

Gejala sakitnya tidak terlalu parah, sehingga anak tersebut hanya dirawat di rumah.

Di awal-awal pandemi di Inggris, banyak orang jatuh sakit dan anak tersebut juga tidak pernah dites untuk memastikan apakah dia terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 atau tidak.

Baca juga: Studi: Anak Balita Berpeluang Tinggi Menularkan Covid-19

Akan tetapi, orangtuanya mengatakan dokter telah mendiagnosisnya sebagai kondisi kelelahan pascavirus atau pasca-Covid, sebagai dampak infeksi terhadap virus SARS-CoV-2. 

Ini adalah salah satu kasus dari sejumlah anak yang menderita gejala infeksi virus corona beberapa bulan setelah pertama kali jatuh sakit.

Gejala Covid-19 pada anak-anak, umumnya lebih ringan dibandingkan pada orang dewasa. Dengan kemungkinan kebutuhan rawat inap pada pasien anak jauh lebih rendah.

Ilustrasi anak-anak pada masa pandemi virus coronaShutterstock Ilustrasi anak-anak pada masa pandemi virus corona

Baca juga: Selain Pandemi Covid-19, Anak Indonesia Juga Menghadapi Stunting

Kendati demikian, Dr Anthony Fauci direktur US National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) menegaskan bahwa virus masih dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan anak-anak, bahkan beberapa meninggal.

Kondisi langka pada anak

Tak hanya itu, sebagian kecil pasien anak dan remaja dengan Covid-19 yang telah dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat, Inggris Raya, Italia dan beberapa negara lainnya, menunjukkan kondisi langka.

Kondisi langka ini disebut dengan sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak, atau MIS-C, yakni komplikasi potensial setelah infeksi Covid-19.

"Covid-19 pada anak-anak terbagi dalam dua kategori. Infeksi utama virus tampaknya secara umum lebih ringan, kecuali beberapa kasus kecil dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya," kata Athimalaipet Ramanan, Honorary Professor of Paediatric Rheumatology di University of Bristol, Inggris.

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Kita
Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
komentar
Close Ads X