WHO: Jumlah Kasus Covid-19 pada Orang Muda Meningkat Tajam

Kompas.com - 07/08/2020, 07:11 WIB
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) terhadap guru di SMUN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/7/2020). Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar secara bertahap melakukan tes usap dan pemeriksaan kesehatan lengkap terhadap guru dan karyawan di sekolah negeri maupun swasta di Kalbar untuk mempersiapkan kegiatan belajar tatap muka pada 1 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANGPetugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) terhadap guru di SMUN 1 Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/7/2020). Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar secara bertahap melakukan tes usap dan pemeriksaan kesehatan lengkap terhadap guru dan karyawan di sekolah negeri maupun swasta di Kalbar untuk mempersiapkan kegiatan belajar tatap muka pada 1 Agustus 2020. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kenaikan tiga kali lipat jumlah kasus Covid-19 di kalangan orang muda selama lima bulan ini. Lonjakan itu terjadi karena kurangnya perhatian kaum muda untuk menjaga jarak sosial.

WHO melaporkan bahwa 15 persen dari enam juta kasus yang muncul antara akhir Februari dan pertengahan Juni terjadi di kelompok usia antara 15 dan 24 tahun. Sebelum akhir Februari, angkanya adalah 4,5 persen.

"Kami telah katakan sebelumnya dan akan kami katakan lagi: orang-orang muda bukannya tidak rentan," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Orang-orang muda dapat terjangkit, orang-orang muda dapat meninggal, dan orang-orang muda dapat menularkan virus ke orang lain.”

Baca juga: Ilmuwan Temukan Bukti Bagian dari Sistem Kekebalan dapat Memperparah Covid-19

Para pakar kesehatan menyatakan generasi muda cenderung lebih kecil kemungkinannya mengenakan masker dan menerapkan jarak sosial.

Mereka juga lebih besar kemungkinannya untuk tetap pergi bekerja, mengunjungi pantai, bar, atau berbelanja.

AS, Perancis, Jerman, Spanyol dan Jepang termasuk di antara negara-negara yang melaporkan pertumbuhan terbesar penularan di kalangan generasi muda.

Para pejabat di Tokyo telah menyatakan mereka berencana melakukan tes virus corona di kawasan hiburan di kota itu, di mana banyak orang-orang muda berkumpul.

Mereka juga meminta kelab-kelab malam untuk memastikan pengunjungnya menjaga jarak.

Statistik baru itu muncul sementara jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia telah melebihi 700 ribu orang di antara sekitar 18,5 juta orang yang terjangkit, sebut Coronavirus Resource Center di Johns Hopkins University.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X