Astronot NASA Ungkap Pengalamannya Tunggangi Crew Dragon SpaceX

Kompas.com - 06/08/2020, 07:11 WIB
Foto yang dirilis NASA astronot NASA Robert Behnken (kiri) dan Douglas Hurley (kanan) terlihat di dalam pesawat ruang angkasa SpaceX Crew Dragon Endeavour di atas kapal SpaceX GO Navigator recovery ship setelah mendarat di Teluk Meksiko di lepas pantai Pensacola, Florida pada 2 Agustus 2020. BILL INGALLSFoto yang dirilis NASA astronot NASA Robert Behnken (kiri) dan Douglas Hurley (kanan) terlihat di dalam pesawat ruang angkasa SpaceX Crew Dragon Endeavour di atas kapal SpaceX GO Navigator recovery ship setelah mendarat di Teluk Meksiko di lepas pantai Pensacola, Florida pada 2 Agustus 2020.

KOMPAS.com - Kapsul Crew Dragon milik SpaceX dinamai naga bukan tanpa alasan.

Dua astronot NASA yang baru saja pulang ke Bumi kemarin Minggu (2/8/2020) menceritakan pengalammannya saat menumpangi Crew Dragon.

Mereka merasa seperti berada di dalam perut biatang buas. Terutama ketika bergerak di atmosfer dalam kecepatan 17.500 meter per jam.

"Rasanya seperti ada di dalam binatang, sangat nyata," kata Bob Behnken di acara konferensi pers virtual yang diadakan Selasa di Houton, Texas.

Baca juga: Prestasi Bersejarah, SpaceX Sukses Pulangkan 2 Astronot NASA ke Bumi

Pendorong bernama Endeavour ditembakkan untuk menjaga kapsul.

Endeavor tepat mengenai situs target di lepas pantai Pensacola untuk membantu pendaratan di air. Ini adalah pendaratan di air pertama oleh pesawat ruang angkasa AS sejak tahun 1975.

"Atmosfer sangat berisik. Anda dapat mendengar gemuruh di luar kendaraan dan tubuh terasa seperti sedikit digoncat," lanjut pria berusia 50 tahun itu.

"Kapsul itu tidak terdengar seperti sebuah mesin, tapi seperti seekor binatang yang melintasi atmosfer dengan semua embusan yang disebabkan pendorong dan kebisingan atmosfer," imbuhnya seperti dilansir AFP, Rabu (5/8/2020).

Tak hanya memekakkan telinga. Tapi saat Crew Dragon melakukan menembakkan parasut seperti melakukan jettisoning (tindakan membuang sebagian barang/muatan ke laut, red), tenaga yang dikeluarkan sangat besar hingga terasa sampai tulang.

"Itu sangat mirip seperti mendapat pukulan dengan tongkat baseball," kata Behnken menggambarkan sensasi yang didapatnya.

Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa kapsul SpaceX Crew Dragon dengan astronot Bob Behnken dan Doug Hurley, lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida, AS, Jumat (30/5/2020) atau Sabtu (31/5/2020) waktu Indonesia. NASA meluncurkan dua astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari ini, yang merupakan peluncuran pertama astronot ke orbit oleh pihak swasta dan pesawat luar angkasa berawak pertama NASA dari AS dalam 9 tahun terakhir.AFP/SAUL MARTINEZ Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa kapsul SpaceX Crew Dragon dengan astronot Bob Behnken dan Doug Hurley, lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida, AS, Jumat (30/5/2020) atau Sabtu (31/5/2020) waktu Indonesia. NASA meluncurkan dua astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari ini, yang merupakan peluncuran pertama astronot ke orbit oleh pihak swasta dan pesawat luar angkasa berawak pertama NASA dari AS dalam 9 tahun terakhir.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terancam Punah, Populasi Platipus Diprediksi Menghilang di Australia

Terancam Punah, Populasi Platipus Diprediksi Menghilang di Australia

Fenomena
Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Efektif 90 Persen, Ketahui 7 Fakta Vaksin AstraZeneca-Oxford

Oh Begitu
Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Fenomena
Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Fenomena
Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Oh Begitu
8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

Oh Begitu
Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Oh Begitu
Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Kita
Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Oh Begitu
Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
komentar
Close Ads X