Teknologi AI Semakin Canggih, Ghost Work Bisa Ancam Pekerja Manusia

Kompas.com - 05/08/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi AI, Artificial Intelligent (kecerdasan buatan) SHUTTERSTOCKIlustrasi AI, Artificial Intelligent (kecerdasan buatan)

Dampak dari ghost work oleh AI

Seperti diketahui, saat ini kemajuan dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan AI telah mampu menggantikan berbagai kemampuan dari manusia.

Pasalnya, AI adalah kecerdasan buatan yang diciptakan di dalam mesin, di mana pengembangan mesin itu diberikan kecerdasan dalam pembelajaran, berpola pikir dan merespon sesuatu layaknya yang dilakukan oleh manusia.

Bahkan dalam beberapa perkembangannya, AI juga seringkali melewati batas wajar kemampuan manusia itu sendiri. Kemampuan inilah yang dianggap sangat bermanfaat dan memiliki peluang yang sangat bagus bagi taraf kehidupan manusia, serta alat revolusioner untuk umat manusia.

Pada beberapa kondisi, kata Mary, kecanggihan dari AI ini oleh eksekutif teknologi di seluruh dunia menunjuk AI sebagai obat mujarab yang akan menemukan dan menghentikan persoalan seperti berita palsu, pidato kebencian dan bahkan terorisme.

Baca juga: AI Google Kalahkan Ahli Radiologi dalam Deteksi Kanker Payudara, Ini Artinya

Di mana hal itu, belum tentu bisa dikerjakan oleh manusia secara efektif.

"Namun, di sisi lainnya kita harus melihat betapa banyaknya jenis pekerjaan yang hilang karena AI ini," kata Mary.

Dalam pemaparannya Mary mencontohkan pekerjaan di bidang marketing yang banyak tergantikan oleh AI dengan berbagai akses dan komunikasi melalui platform daring.

Pekerja manusia yang biasanya berperan sebagai sales atau komunikan penawar barang atau jasa, penjaga market, kasir dan lain sebagainya yang berkaitan, bisa digantikan dengan ghost work.

Seperti market online, dalam sistem ghost work oleh AI bisa mengambil peran sebagai sales yang menawarkan produk, algoritma di dalamnya juga bekerja langsung ketika ada transaksi pembelian dan pemesanan barang.

Baca juga: Sistem Data Berbasis AI Berpeluang Jawab Tantangan Kesehatan Indonesia

Contoh lainnya dari ghost work ini adalah ketika setiap kali Anda melihat rekomendasi tayangan video berikutnya saat menonton Youtube. Sebenarnya, yang terjadi adalah algoritma Youtube atau AI inilah yang bekerja, atas program yang telah dilakukan oleh seseorang programer di belakangnya.

"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana menyeimbangkan inovasi AI dengan kehidupan manusia. Market online sekalipun itu tidak cuma butuh AI, tetapi kita manusia butuh sosial," ujarnya.

Pasalnya, AI atau kecerdasan buatan tidak hanya menggantikan posisi atau pekerjaan pekerja manusia saja, tetapi juga cenderung menghilangkan identitas manusia sebagai mahluk sosial yang seharusnya terus bersosialisasi secara tatap muka.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X