Dua Kandidat Vaksin Covid-19 Masuki Fase 3 Uji Klinis

Kompas.com - 04/08/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi vaksin corona ShutterstockIlustrasi vaksin corona

Lebih lanjut Schaffner mengatakan informasi itu didapat dari percobaan yang besar, yang disebut sebagai percobaan 'fase tiga'. Percobaan ini yang saat ini sedang berlangsung.

Uji coba fase 3 tersebut melibatkan puluhan ribu partisipan, untuk melihat adakah efek samping yang kurang baik dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan.

Vaksin lain yang telah memasuki fase 3 yakni yang dikembangkan Universitas Oxford danm perusahaan obat AstraZeneca.

Seperti vaksin Moderna dan BioNTech, vaksin buatan Oxford memicu respons kekebalan pada tes awal. Namun,. menurut pimpinan proyek vaksin Oxford, Sarah Gilbert, hal itu tidak cukup.

Baca juga: Agustus, Indonesia Mulai Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac pada 1.620 Orang

“Kami tidak tahu seberapa kuat respons imun itu. Jadi kami tidak bisa mengatakan hanya dengan melihat respons imun, apakah vaksin ini akan melindungi orang atau tidak. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan percobaan besar-besaran fase tiga,” jelas Sarah.

Sedikitnya, 17 vaksin lain sedang dalam uji klinis di seluruh dunia.

Para ahli mengatakan lebih banyak vaksin Covid-19 yang dikembangkan akan semakin baik. Sebab, vaksin yang berbeda mungkin bekerja paling baik untuk kelompok orang yang berbeda.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X