Mengenal Sistem Kekebalan Tubuh, Bagaimana Antibodi Virus Corona Terbentuk?

Kompas.com - 04/08/2020, 13:40 WIB
Ilustrasi vaksin corona ShutterstockIlustrasi vaksin corona

Bersifat langsung dan tidak spesifik. Sistem ini mencoba menghentikan apapun dari parasit atau virus yang memasuki tubuh.

2. Sistem kekebalan adaptif

Sedangkan sistem kekebalan adaptif ditargetkan pada penyerang spesifik dan yang sebelumnya dikenal. Waktu yang diperlukan sedikit lebih lama untuk mulai beradaptasi.

Sistem kekebalan adaptif di antaranya terdiri dari jenis sel darah putih, yang disebut sel B, yang berpatroli di tubuh mencari gangguan seperti virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Masing-masing sel B memiliki antibodi unik yang berada di permukaannya dan dapat berikatan dengan antigen unik, serta akan menghentikan penyerbu asing di dalam tubuh memasuki sel inang.

Saat menemukan penyerbu asing tersebut, sel B akan diaktifkan dan mengikatnya, selanjutnya menyalin dirinya sendiri untuk mengeluarkan antibodi. Pada akhirnya menciptakan pasukan penetral untuk menyerang infeksi tersebut.

Dari sanalah antibodi diciptakan oleh sistem kekebalan tubuh manusia yang pernah terpapar Covid-19.

Antibodi virus corona cepat menghilang

Sayangnya, beberapa penelitian baru-baru ini menemukan bahwa antibodi terhadap virus corona khusus dapat menghilang dengan cepat terutama pada orang yang memiliki kasus Covid-19 ringan.

Baca juga: Pandemi Virus Corona: Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Rendah, Ahli Jelaskan

Terkait hal ini komunitas ilmiah tidak yakin berapa seseorang yang telah terinfeksi virus ini akan tetap terlindungi dari infeksi baru.

"Ini juga mengkhawatirkan kami, karena kami mengandalkan vaksin untuk memicu respons antibodi untuk melindungi dari Covid-19," kata para ilmuwan.

Beruntungnya, ahli mengungkapkan bahwa antibodi bukan satu-satunya senjata yang digunakan sistem kekebalan adaptif untuk mencegah infeksi virus.

Peneliti mencoba memasukkan sel T, dalam tiga varietas, dibuat oleh tubuh setelah infeksi untuk membantu infeksi di masa depan dari penyerang yang sama.

Salah satu dari sel-sel T tersebut membantu tubuh mengingat penyerang itu jika kembali menginfeksi, sedangkan sel T lainnya memburu dan menghancurkan sel-sel inang yang terinfeksi virus corona dan yang ketiga membantu dengan cara yang lain.

Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X