Studi Tunjukkan, Lembah di Mars Muncul karena Gletser Es, Bukan Sungai

Kompas.com - 04/08/2020, 13:08 WIB
Mars diyakini pernah punya laut dan sungai seperti yang ada di Bumi. ESA/DLR/FU BERLIN via BBC INDONESIAMars diyakini pernah punya laut dan sungai seperti yang ada di Bumi.

KOMPAS.com - Pengetahuan sebelumnya mengatakan bahwa air pernah mengalir di mars. Kebenaran atas klaim tersebut masih terus diteliti para ahli hingga kini.

Studi terbaru yang terbit di Nature Geoscience, Senin (3/8/2020) menunjukkan bahwa lembah-lembah di planet merah tercipta karena gletser es, bukan sungai.

Studi ini terang saja menimbulkan keraguan pada teori sebelumnya yang mengatakan bahwa mars pernah memiliki iklim hangat dan dialiri air berlimpah.

Baca juga: Pesawat Ruang Angkasa ESA Tangkap Awan Misterius di Atas Gunung Berapi Mars, Apa Itu?

Temuan ini dilakukan oleh peneliti dari Kanada dan AS yang memeriksa lebih dari 10.000 lembah mars dan membandingkannya dengan saluran di bumi yang diukir di bawah gletser.

"Selama 40 tahun terakhir, sejak lembah mars pertama kali ditemukan, asumsinya adalah ada sungai yang pernah mengalir di mars, mengikis, kemudian akibat dari pengikisan itu adalah lembah yang terlihat saat ini," kata pemimpin penulis Anna Grau Galofre dalam sebuah pernyataan yang dirilis University of British Columbia.

"Namun formasi ini memiliki banyak variasi. Ini menunjukkan bahwa ada banyak proses yang berperan dalam pembentukan limbah," tambahnya seperti dilansir AFP, Selasa (4/8/2020).

Para peneliti menemukan kesamaan antara beberapa lembah di mars dengan saluran subglacial Pulau Devon di Arktik Kanada.

Tempat pelatihan misi ruang angkasa NASA itu juga dijuluki " Mars di Bumi" karena kondisinya yang gersang dan beku.

Para penulis studi mengatakan, temuan mereka menunjukkan bahwa beberapa lembah Mars bisa saja terbentuk sekitar 3,8 miliar tahun lalu oleh air lelehan di bawah lapisan es.

Ini selaras dengan pemodelan iklim yang menunjukkan bahwa mars jauh lebih dingin di zaman purba.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Belajar Bertani Tanpa Bakar Lahan Gambut dari Masyarakat Sumatera Selatan

Kita
Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Kamasutra Satwa: Paus Jantan Bernyanyi untuk Ajak Betina Kawin

Oh Begitu
4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

4 Alasan Merokok Tingkatkan Risiko Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Asal-usul Lubang Misterius Siberia, Ilmuwan Menduga Terbentuk oleh Ledakan Gas

Fenomena
Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Ahli Desak Pemerintah Perbesar Gambar Peringatan di Bungkus Rokok

Kita
Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Suntikan Testosteron, Terapi Potensial untuk Atasi Obesitas pada Pria

Fenomena
Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Saksikan Tripel Konjungsi Bulan-Jupiter-Saturnus di Langit Indonesia

Fenomena
Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kehamilan Tak Direncanakan Naik di Tengah Pandemi, Ini 6 Imbauan BKKBN

Kita
Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Bukan Pengisap Darah, Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian

Oh Begitu
Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Viral soal Hasil Rapid Test Covid-19 Palsu, Begini Penjelasan IDI Makassar

Oh Begitu
3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

3 Alasan Mengapa Perlu Menjaga Populasi Badak Sumatera Asli Indonesia

Oh Begitu
Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Seorang Pria Alami Gejala Parkinson Setelah Terinfeksi Covid-19

Kita
Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Mengapa Perlu Uji Klinis Vaksin Corona pada Anak, Ini Penjelasan Dokter Pediatrik

Fenomena
Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Akan Mendarat di Bulan pada 2024, Ini Misi yang Harus Diselesaikan NASA

Oh Begitu
komentar
Close Ads X