Penjelasan Hadi Pranoto soal Herbal Antibodi Covid-19 dan Tanggapan Ahli

Kompas.com - 04/08/2020, 10:10 WIB
Hadi Pranoto KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANHadi Pranoto


KOMPAS.com - Hadi Pranoto, sosok yang tiba-tiba viral usai menyampaikan obat herbal Covid-19 dalam kanal YouTube Dunia Manji menyampaikan penjelasan tentang riset yang dikembangkannya.

Dihubungi Kompas.com, Senin (3/8/2020), Hadi mengaku risetnya tentang obat Covid-19 yang disebutkan dalam kanal YouTube milik musisi Anji itu adalah lembaga independen.

Hadi menyampaikan memiliki beberapa tim yang sudah melakukan riset sejak lama tentang obat-obat herbal, yakni sejak tahun 2000-an.

"Bukan hanya untuk peningkatan imun dalam tubuh antibodi Covid-19, tapi ada beberapa riset yang kita kembangkan," kata Hadi.

Baca juga: Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto, Pakar Angkat Bicara

Hadi mengungkapkan penelitian ini dilakukannya sebagai suatu panggilan kemanusiaan, supaya masyarakat yang terhantui oleh keganasan Covid-19 bisa terbantu dan bisa meringankan beban pemerintah secara tidak langsung dalam penanganan penyakit ini.

"Kenapa (riset) ini baru sekarang, kita terus melakukan penelitian dan pengembangan riset sains kita. Improvisasai kita kembangkan terus untuk melihat perkembangan dunia. Kemudian pada saat wabah ini bergejolak di seluruh dunia, seluruh tim riset dunia terus mencoba mendeteksi kekuatan virus Covid-19 ini," papar Hadi.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan penelitiannya dilakukan dengan menyamakan genetik Covid-19 itu dan mempelajarinya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, 4 Alasan Menolak Klaim Keampuhan Obat Herbal

"Apa yang bisa kita pelajari, apa formula yang bisa membunuh virus Covid-19. Kita belajar dari anatomi tubuh manusia. Manusia itu berasal dari tanah dan air. Manusia dan tumbuh-tumbuhan akan mati menjadi tanah dan air, itulah yang kita pelajari, kemudian kita kembangkan untuk menangkal keganasan Covid-19," jelas dia.

Hadi menyebut kandungan herbal ini berasal dari tumbuh-tumbuhan alam Indonesia. Di antaranya seperti manggis, sirsat, kelapa, pegagan, bawang putih dan beberapa bahan alam lainnya, yang diklaim aman dan tanpa efek samping saat dikonsumsi.

"Ini sifatnya herbal, seperti jamu, jadi jangan disalah sampaikan bahwa ini vaksin. Ini herbal yang sifatnya memberikan kekuatan pada tubuh manusia untuk melawan Covid-19," kata Hadi.

7 perusahaan berpacu temukan obat yang dapat sembuhkan infeksi virus coronaShutterstock.com 7 perusahaan berpacu temukan obat yang dapat sembuhkan infeksi virus corona

Hadi memaparkan penelitian independen dan produk herbal yang ditemukannya telah diujikan pada pasien Covid-19 dan masyarakat umum.

"Uji coba sudah dilakukan pada pasien yang ada di rumah sakit, isolasi mandiri, ada juga mereka yang kita bekali untuk pencegahan supaya mereka tidak terkontaminasi Covid-19. Dan yang positif Covid-19 juga sudah memberikan beberapa testimoninya,"

Dia mengklaim setelah mengonsumsi herbal tersebut, masyarakat mengaku imunitasnya menjadi kuat dan antibodinya menjadi bagus.

"Dan yang sudah kena Covid-19, sembuh dengan herbal ini," kata Hadi.

Baca juga: LIPI Uji Coba Obat Herbal ke 90 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Produk ini diklaim Hadi telah mengantongi izin BPOM dan telah dipasarkan ke masyarakat. Dia menyebut telah membagikan sekitar 20.000 botol herbal Covid-19 buatannya.

Tanggapan Kepala LBM Eijkman

Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK (K) mengatakan dirinya tidak mengenal Hadi Pranoto sebagai ahli di bidang apapun.

Ilustrasi obat herbal, ilmuwan sedang meracik obat herbal.Shutterstock/paulynn Ilustrasi obat herbal, ilmuwan sedang meracik obat herbal.

Baca juga: Pandemi Covid-19, 4 Alasan Menolak Klaim Keampuhan Obat Herbal

Selain itu, berkaitan dengan klaim-klaim yang disebutkan Hadi Pranoto di kanal YouTube dunia Manji ataupun yang dikatakan di media massa, Amin tidak memahaminya.

"Yang pertama, saya pasti tidak mengenal beliau sebagai ahli apapun. Yang kedua, saya tidak bisa memahami klaim-klaim yang beliau sampaikan dalam wawancara tersebut. Jadi banyak yang tidak dipahami ya," kata Amin kepada Kompas.com dihubungi Senin (3/8/2020) malam.

Amin menilai, klaim-klaim yang disebutkan Hadi tidak terbukti secara ilmiah, baik dari bukti maupun publikasi.

"Latar belakang ilmiahnya juga diragukan, sehingga otomatis apapun yang disampaikan beliau kita harus berhati-hati" kata Amin.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X