Pandemi Virus Corona: Tingkat Kecemasan Pasien Kanker Rendah, Ahli Jelaskan

Kompas.com - 03/08/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi pasien kanker Ilustrasi pasien kanker


KOMPAS.com - Virus corona baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 sangatlah rentan menyerang orang dengan imunitas rendah.

Salah satu pasien berisiko terinfeksi virus ini adalah penyintas kanker, yang tentu memiliki imunitas atau sistem kekebalan tubuh yang rendah.

Di tengah pandemi virus corona ini, Pokja Kanker Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerja sama dengan Cancer Information and Support Center (CISC) melakukan survei terhadap 355 penyintas kanker di seluruh Indonesia.

Hasil survei yang dilakukan untuk mempelajari tindakan para penyintas kanker di tengah pandemi Covid-19 disosialisasikan dalam diskusi daring #LUNGTalk: Pandemi Covid-19 dari Sudut Pandang Penyintas Kanker, Sabtu (1/8/2020).

Baca juga: Masih Pandemi Corona, Pasien Kanker Payudara Bisa Akses Terapi Pakai Digital

"Penelitian ini dilakukan pada 355 pasien pada bulan Juli," kata dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P(K)Onk, Ketua Pokja Kanker Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Dr Elisna mengatakan pada dasarnya virus corona menyerang orang yang memiliki imunitas rendah. Meskipun tidak ada bukti bahwa orang kanker berisiko tinggi untuk terkena Covid-19, namun, risikonya tetap sama dengan kebanyakan orang.

"Risiko semua orang sama, tidak hanya pada orang dengan kanker, maka perilakunya harus dipertahankan," kata dr Elisna.

Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19

Baca juga: Dampak Pandemi Virus Corona pada Lingkungan, Polusi Udara Global Turun

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di China, tingkat infeksi virus SARS-CoV-2, di salah satu institusi menunjukkan angka 0,79 persen pada pasien onkologi dibandingkan dengan pasien pada umumnya dengan angka 0,39 persen.

Bahkan menurut sebuah penelitian dalam jurnal Lancet, pasien kanker paru juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Angka risikonya menunjukkan 25 persen sampai 38 persen dibandingkan dengan pasien kanker lainnya.

Survei yang dilakukan menunjukkan hasil yang baik terkait pengetahuan responden tentang Covid-19 dan upaya pencegahan yang perlu dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan.

Ilustrasi kanker paru Ilustrasi kanker paru

Pasien kanker terbiasa mengatur kecemasan

Dr Elisna memaparkan tercatat sebanyak 73 persen dari seluruh responden mendapatkan informasi yang cukup terkait pencegahan Covid-19.

Di antaranya seperti mencuci tangan, memakai masker, menerapkan jaga jarak dan selalu menjaga imunitas tubuh.

"Berdasarkan hasil survei, sebanyak 60,1 persen responden mengakui tingkat kecemasan mereka akibat Covid-19 cukup rendah," ungkap dr Elisna.

Sebab, kata dr Elisna, para penyintas kanker telah terbiasa mengatur kecemasan dan stres mereka, bahkan sejak awal dinyatakan memiliki penyakit ini.

Baca juga: Pasien Kanker Rentan Terinfeksi Virus Corona, Begini Saran Ahli

"Kalau kecemasan pada orang kanker itu sudah ada dari awal. Penyintas ini sudah melatih stresnnya sejak dini," jelas dr Elisna.

Faktor kecemasan lainnya bagi penyintas kanker yakni pandemi ini mengganggu proses terapi. Sebab, bagi beberapa pasien kanker ada terapi yang tidak dapat ditunda.

Selain itu terkait akses ke pusat layanan, menurut dr Elisna, ada 22,5 persen responden yang mencemaskan hal ini.

Penelitian serupa tentang bagaimana penyintas kanker menghadapi pandemi virus corona juga telah dilakukan sebelumnya di Zurich pada bulan Februari, serta di sejumlah negara seperti China, Spanyol dan negara lainnya.

Baca juga: Pasien Virus Corona Ungkap Rambut Rontok karena Covid-19, Apa Sebabnya?

"Penelitian tentang kecemasan terkait Covid-19, hasilnya juga sama dan tidak jauh berbeda," jelas dr Elisna.

Penyintas kanker paru Megawati Tanto, yang juga Koordinator Kanker Paru CISC juga memaparkan tantangan yang dihadapi pasien kanker paru selama pandemi ini semakin berat.

Megawati mengatakan para pasien kanker, termasuk kanker paru, sangat bergantung pada pelayanan. Jika penindakan dan layanan kesehatan selama masa pandemi ini terganggu, maka juga akan berdampak buruk bagi kesehatan pasien ke depannya.

Rekomendasi dari survei ini diharapkan agar akses layanan kesehatan bagi pasien kanker, tetap menjadi prioritas di masa pandemi virus corona saat ini.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Ahli Ciptakan Peti Mati Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Ahli Sarankan Deteksi Pembawa 2 Mutasi Genetik Virus Corona, Kenapa?

Oh Begitu
BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

BMKG: Warga Harus Akhiri Kepanikan Potensi Tsunami dan Gempa Megathrust

Fenomena
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem 3 Hari ke Depan, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Zona Sepi Gempa dan Potensi Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa, Begini Kata Ahli

Oh Begitu
BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

BMKG: Skema Mitigasi 20-20-20 Masih Relevan untuk Mitigasi Tsunami Selatan Jawa

Fenomena
Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Makan Terlalu Banyak, Ini Penjelasan dari Alasan Makan Berlebihan hingga Akibatnya

Kita
3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

3 Faktor Pemicu Meningkatnya Kasus Covid-19 di Klaster Perkantoran

Kita
Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Mirip Paus Pembunuh, Dinosaurus Ini Ternyata Predator Laut Zaman Jurassic

Fenomena
IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

IOWave20 Latihan Mitigasi Tsunami, BMKG Target Sesuaikan SOP dan Kondisi Pandemi

Oh Begitu
Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Hackathon Diluncurkan di Indonesia, Kesempatan Berinovasi Energi Terbarukan

Kita
10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

10 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi Tanpa Obat

Kita
Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Termasuk Mamalia, Paus Berparuh Bisa Tahan Napas Lebih dari 3 Jam

Oh Begitu
Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Logam Berusia 1.000 Tahun untuk Baja Tahan Karat Ditemukan di Iran

Oh Begitu
Hari Kontrasepsi Sedunia, Mengenal Jenis Kontrasepsi dan Kegunaannya

Hari Kontrasepsi Sedunia, Mengenal Jenis Kontrasepsi dan Kegunaannya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X