Singapura Kembangkan Metode Uji Covid-19, Hasil Tes Keluar 36 Menit

Kompas.com - 28/07/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi hasil tes Covid-19 ShutterstockIlustrasi hasil tes Covid-19

KOMPAS.com - Ilmuwan di Universitas Teknologi Nanyang (NTU) mengembangkan metode pengujian untuk Covid-19 yang hasilnya bisa diketahui hanya dalam waktu 36 menit atau sekitar seperempat dari waktu yang dibutuhkan oleh tes standar Covid-19 yang ada.

NTU mengatakan pada hari Senin (27/07/2020) tes dilakukan dengan peralatan portabel dan dapat digunakan masyarakat sebagai alat skrining.

Metode baru yang dikembangkan oleh para ilmuwan di Fakultas Kedokteran NTU Lee Kong Chian diklaim dapat meningkatkan kecepatan, waktu penanganan, dan biaya tes laboratorium Covid-19.

Pengujian adalah bagian penting dari strategi Pemerintah Singapura untuk mengisolasi dan memagari kasus Covid-19 untuk mencegah pembentukan klaster baru.

Sejak 1 Juli, individu berusia 13 tahun ke atas yang memiliki gejala infeksi pernapasan akut akan menjalani tes Covid-19 begitu mereka mengunjungi dokter.

Baca juga: Kasus Tanpa Gejala Banyak Ditemukan di Klaster Baru Corona

Saat ini, metode pengujian yang paling sensitif untuk virus corona adalah melalui teknik laboratorium yang disebut polymerase chain reaction (PCR), di mana mesin uji memperkuat materi genetik dengan menyalinnya berulang-ulang sehingga jejak virus dapat dideteksi.

"Masalah besar adalah memurnikan asam ribonukleat (RNA) dari komponen lain dalam sampel pasien, sebuah proses yang membutuhkan bahan kimia yang saat ini mengalami kekurangan pasokan di seluruh dunia," kata NTU.

“Metode yang dikembangkan oleh NTU LKC Medicine menggabungkan banyak langkah-langkah dan memungkinkan pengujian langsung pada sampel pasien kasar, mengurangi waktu penyelesaian dari pengambilan sampel hingga mengeluarkan hasil, dan menghilangkan kebutuhan untuk bahan kimia pemurnian RNA,” tambah universitas.

Tes PCR telah terbukti sebagai mesin untuk penelitian biologi tetapi memiliki beberapa kelemahan, kata Wee Soon Keong, yang merupakan penulis pertama dari makalah penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Gen.

“Prosesnya memakan waktu. Tes Covid-19 cepat kami melibatkan reaksi tabung tunggal yang mengurangi waktu langsung dan risiko keamanan hayati untuk personel lab, serta kemungkinan kontaminasi sisa selama pemrosesan sampel, ” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X