Kompas.com - 27/07/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi anak dengan Covid-19 di masa pandemi virus corona ShutterstockIlustrasi anak dengan Covid-19 di masa pandemi virus corona


KOMPAS.com- Pandemi virus corona belum juga berakhir. Anak-anak menjadi kelompok rentan dari penularan Covid-19 karena imunitas atau sistem kekebalan tubuh yang sebagian besar belum optimal.

Namun, bukan kelompok usia anak-anak masih banyak kesempatan untuk bisa meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh meskipun ruang gerak banyak dibatasi saat ini.

Ahli Alergi Imunologi Anak Indonesia, Prof Dr Budi Setiabudiawan dr SpA(K) mengungkapkan bahwa banyak hal yang masih bisa diarahkan oleh orang tua terhadap anaknya untuk menunjang sistem kekebalan tubuh anak.

"Saya minta, ini ya, lakukan ini untuk bantu jaga sistem kekebalan tubuh anak Anda dari rumah," kata Budi dalam webinar Vitamin D3 Series Kalbe: Lindungi Anak Indonesia dengan Daya Tahan Tubuh yang Optimal, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Pandemi Virus Corona, Bagaimana Indonesia Bersikap Hadapi Covid-19?

Berikut lima saran Budi untuk meningkatkan imunitas anak di tengah pandemi virus corona yang belum usai ini.

1. Tetap lakukan imunisasi

Budi menegaskan, pada masa pandemi Covid-19 dan memasuki adaptasi kebiasaan baru saat ini, ada yang harus tetap diperhatikan yaitu anak-anak tetap harus mendapatkan imunisasi selama pandemi.

"Kalau tidak (imunisasi), dikhawatirkan terjadi outbreak penyakit (kategori) yang bisa diimunisasi seharusnya," tegasnya.

Ilustrasi anak makan sayur. Mengenalkan anak pada sayuran sejak dini.SHUTTERSTOCK/Oksana Kuzmina Ilustrasi anak makan sayur. Mengenalkan anak pada sayuran sejak dini.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Vitamin D Bisa Jaga Imunitas Tubuh, Kok Bisa?

Hanya saja, untuk melakukan imunisasi anak di tengah pandemi ini tetap harus melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan fasilitas kesehatan.

Upayakan, konsultasikanlah dahulu dengan dokter yang menangani anak Anda sebelum berkunjung langsung ke rumah sakit atau klinik tempat melakukan imunisasi.

Hal ini, supaya Anda dan dokter akan merencanakan waktu dan proses imunisasi se-efisien mungkin, dan tidak membuang waktu terlalu banyak untuk kemungkinan kontak dengan pengunjung pasien lain.

Kemudian, pilihlah rumah sakit atau klinik yang memisahkan antara kunjungan pasien sehat dan pasien yang sakit. Terutama lebih baik lagi jika itu untuk pengunjung anak-anak seperti yang akan berimunisasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.