Musim Kemarau Indonesia, Ini Daftar Wilayah Tak Diguyur Hujan 2 Bulan

Kompas.com - 27/07/2020, 12:31 WIB
Ilustrasi sawah kekeringan saat musim kemarau Dok. Humas KementanIlustrasi sawah kekeringan saat musim kemarau

KOMPAS.com - Di antara sejumlah wilayah yang dikabarkan mengalami banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi, sejumlah wilayah lainnya di Indonesia sudah merasakan tidak diguyur hujan dalam waktu lama.

Bahkan terdapat wilayah yang tidak mendapatkan curah hujan lebih dari 60 hari (dua bulan) selama periode musim kemarau 2020 ini.

Berdasarkan, pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari 342 daerah zona musim (Zom) di Indonesia, sebanyak 69 persen Zom telah memasuki musim kemarau.

Baca juga: BMKG: Kemarau hingga Oktober, 4 Daerah Berstatus Awas Kekeringan

Deputi Klimatologi BMKG, Drs Herizal MSi dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa 69 persen Zom tersebut telah memasuki musim kemarau seiring dengan dominannya sirkulasi angin Monsun Australia yang bersifat kering dan bertiup dari arah Timur hingga Tenggara.

Maka, tercatatlah daerah-daerah berikut telah memasuki musim kemarau, antara lain:

  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Bali
  • Jawa Timur
  • Sebagian besar Jawa Tengah
  • Sebagian besar Jawa Barat
  • Pesisir utara Banten
  • DKI Jakarta
  • Sumatera Selatan bagian timur
  • Jambi bagian timur
  • Sebgaian besar Riau
  • Sebagian besar Sumatera Utara
  • Pesisir timur Aceh
  • Kalimantan Selatan bagian utara
  • Sulawesi Barat bagian selatan
  • Pesisir selatan Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Utara bagian utara
  • Maluku bagian barat
  • Papua Barat bagian timur
  • Papua bagian utara dan selatan

Dari wilayah-wilayah yang telah memasuki musim kemarau tersebut, 31 persen Zom telah mengalami kondisi kering secara meteorologis berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut atau derat hari kering yang bervariasi antara 21 sampai 30 hari, 31 sampai 60 hari dan di atas 61 hari.

Wilayah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 30 hari (sebulan)

  • Bali : Bangli, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Denpasar
  • DI Yogyakarta : Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, dan Sleman
  • Jawa Tengah : Karanganyar, Kebumen, Klaten, Purworejo, Sukoharjo, dan Wonogiri
  • Jawa Timur : Bangkalan, Banyuwangi, Bondowoso, Gresik, Jember, Kota Surabaya, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, dan Situbondo
  • Nusa Tenggara Barat : Bima, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Sumbawa Barat
  • Nusa Tenggara Timur : Alor, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, dan Timor Tengah Utara
  • Sulawesi Selatan : Kepulauan Selayar

Sementara itu, daerah-daerah yang telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari dari 60 hari (2 bulan), yaitu sebagai berikut:

  • Nusa Tenggara Timur : Belu, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan
  • Nusa Tenggara Barat : Dompu

Baca juga: BMKG: Musim Kemarau Berlanjut Oktober, Ini Daftar Wilayah Berpeluang Hujan Deras

Oleh karena kondisi inilah, BMKG sudah memberikan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan kementerian atau lembaga terkait untuk segera mengupayakan mitigasi sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kekeringan meteorologis.

Sebab, potensi musim kemarau ini diprediksikan masih akan terus berlanjut hingga bulan Oktober mendatang.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X