BMKG: Suhu Dieng Belum Tentu sampai -3,5 Derajat Celcius

Kompas.com - 27/07/2020, 08:03 WIB
Embun Beku merata di padang rumput Kompas.com/Nur Rohmi AidaEmbun Beku merata di padang rumput

KOMPAS.com – Baru-baru ini embun es di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, kembali viral dan menarik banyak turis. Suhu di sana kali ini disebut-sebut mencapai -3,5 derajat Celcius.

Namun dinginnya suhu di Dataran Tinggi Dieng belum dikonfirmasi secara pasti oleh alat ukur suhu terstandar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG).

“Suhu Dieng di tengah musim kemarau menuju puncaknya memang dapat mencapai suhu minus setiap tahunnya. Umumnya terjadi pada periode Juli hingga September,” tutur Siswanto, M.Sc., selaku Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG.

Baca juga: BMKG Sebut Suhu Dieng Terdingin se-Indonesia, Benarkah Capai 11 Derajat Celsius?

Kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2020), Siswanto menyebutkan bahwa tahun lalu BMKG melakukan verifikasi perihal suhu minus di Dieng dengan memasang alat Automated Weather Station (AWS).

“Kami menemukan bahwa pada saat terjadi embun es, suhu mencapai -2 derajat Celcius. Terjadi beberapa kali, namun tidak setiap hari. Ini memvalidasi pengukuran suhu yang dilakukan masyarakat, yang mengatakan suhu minus hingga -11 derajat Celcius,” papar Siswanto.

Hal itu dibenarkan oleh Dr Indra Gustari, ST., M.Si., selaku Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim. Indra menyebutkan bahwa tahun lalu, BMKG memasang alat AWS portabel di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Baca juga: Apakah Suhu Panas Timur Tengah Berkaitan dengan Suhu Dingin Dieng?

“AWS ini alat pengukuran yang terstandar, mengukur suhu 1,5 meter dari permukaan tanah. Beda dengan cara pengukuran yang dilakukan masyarakat, yaitu dengan meletakkan termometer langsung di atas tanah,” tutur ia.

Indra mengatakan sejauh ini, belum ada alat ukur suhu terstandar di Dataran Tinggi Dieng. Sementara itu, Siswanto menyebutkan bahwa tahun ini BMKG akan berencana memasan AWS permanen di kawasan Candi Arjuna.

“Mungkin bulan ini tim akan memasang alat tersebut,” lanjutnya.

Baca juga: Berada di Daerah Tropis, Kok Suhu Dieng Bisa Minus Derajat?

Penurunan suhu hingga minus di Dataran Tinggi Dieng adalah hal biasa. Siswanto menyebutkan, kejadian tersebut normal adanya di puncak musim kemarau.

“Terjadi setiap tahun, juga terjadi di tempat lain. Tempat yang sudah dilaporkan antara lain Bromo, Semeru, Rinjani, bahkan Gunung Gede,” tutupnya.


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X