Asteroid Raksasa Melaju Dekat dengan Bumi, Ini 6 Faktanya

Kompas.com - 24/07/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi asteroid raksasa mendekati Bumi SHUTTERSTOCK/MOPICIlustrasi asteroid raksasa mendekati Bumi

KOMPAS.com - Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengatakan, asteroid raksasa kan melintasi Bumi hari ini, Jumat (24/7/2020) setelah matahari terbenam.

NASA mengatakan, benda langit yang dinamai Asteroid 2020 ND itu panjangnya sekitar 160-200 meter dan diameternya 120-160 meter.

Berdasarkan pengamatan, asteroid 2020 ND hari ini berada di jarak 5.086.328 kilometer atau 15 kali jarak Bumi ke Bulan.

Dilansir The Indian Express, Jumat (24/7/2020), asteroid 2020 ND melaju dalam kecepatan tinggi, 48.000 kilometer per jam.

Baca juga: Asteroid Raksasa Melintasi Bumi Malam Ini, Tergolong Potensi Berbahaya

Berikut 6 fakta tentang asteroid 2020 ND yang perlu Anda ketahui:

1. Tergolong berbahaya

NASA mengatakan, asteroid 2020 ND tergolong berpotensi berbahaya atau potentially hazardous asteroid (PHA).

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Rhorom Proyatikanto mengatakan, suatu asteroid dikatakan sebagai berpotensi berbahaya jika memiliki magnitudo mutlak kurang dari 22 atau perkiraan diameternya lebih besar dari 140 meter.

Berdasarkan syarat tersebut dan perkiraan ukuran asteroid 2020 ND yang didapat para ilmuwan, maka benda langit itu dikategorikan PHA.

2. Termasuk asteroid apollo

Berdasarkan karakteristiknya, asteroid ini dikategorikan sebagai asteroid apollo.

"Asteroid apollo itu punya periode orbit yang lebih dari satu tahun. Tapi dia punya potensi untuk memotong orbit Bumi," terang Rhorom.

Kendati sudah diketahui asteroid 2020 ND merupakan jenis apolo, tapi para ahli belum mengetahui kandungan asteroid ini.

"Secara fisik, sepertinya belum ada kategori yang spesifik. Apakah dia asteroid karbon atau asteroid metal, kita belum tahu persis karena memang pengamatan hingga saat ini masih terbatas," jelas Rhorom.

Sabtu, (10/8/2019), Asteroid 2006 QQ23 yang ukurannya 4 kali lipat lebih besar dari Monas akan terbang melintasi Bumi, tapi ini bukan ancaman untuk kita. Sabtu, (10/8/2019), Asteroid 2006 QQ23 yang ukurannya 4 kali lipat lebih besar dari Monas akan terbang melintasi Bumi, tapi ini bukan ancaman untuk kita.

3. Ukurannya 1,5 kali monas

Berdasarkan tingkat keterangan yang dimodelkan, para ilmuwan dapat memprediksi ukuran suatu benda langit.

Untuk asteroid 2020 ND, peneliti memperkirakan panjangnya 160-200 meter dengan diameter 120-160 meter.

Ini artinya, asteroid itu 1,5 kali lebih panjang dibanding Monumen Nasional (Monas). Pasalnya, monumen peringatan yang ada di Gambir, Jakarta Pusat itu tingginya 132 meter.

4. Sudah pernah mendekati Bumi dan akan kembali lagi

Asteroid 2020 ND pertama kali berhasil diidentifikasi pada 19 Mei 2020 lalu.

"Makanya nama identitasnya (asteroid) 2020 ND," kata Rhorom dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (24/7/2020).

Namun berdasarkan pengamatan orbitnya, para ahli menemukan bahwa asteroid ini sudah pernah mendekati Bumi di tahun 2005.

Rhorom pun memperkirakan, asteroid ini akan kembali dekat dengan Bumi di tahun 2035.

Ilustrasi asteroidratpack223 Ilustrasi asteroid

5. Cara melihat asteroid ini dari Indonesia

Kepada Kompas.com, Rhorom mengatakan bahwa kita yang berada di Indonesia dapat melihat asteroid ini setelah matahari terbenam sampai sebelum matahari terbit esok hari.

Dilihat dari posisinya, asteroid 2020 ND memiliki deklinasi -40 derajat. Artinya, asteroid tersebut kira-kira berada di atas 40 derajat lintang selatan.

"Posisinya agak selatan, dekat dengan rasi sagitarius," kata Rhorom.

Namun karena cahayanya sangat redup, kita tidak dapat melihatnya secara langsung.

"Untuk mengamatinya, harus dengan alat bantu teleskop yang paling enggak ukurannya 20 sentimeter. Karena memang asteroid tersebut redup," imbuh dia.

Rhorom pun menambahkan, fenomena ini tidak bisa dilihat dengan bantuan kamera DSLR.

"Kamera DSLR juga kurang (dapat menangkap asteroid) kaena kebutuhan cermin atau lensanya 20 sentimeter, sementara pada kamera DSLR ukuran normal lensa kamera hanya sekitar 10 sentimeter atau di bawahnya," terangnya.

Nah, bagi Anda yang memiliki teleskop di rumah dan ingin melihatnya, Rhorom mengatakan asteroid yang tampak akan seperti titik putih kecil yang sangat redup di antara bintang-bintang yang lebih terang.

"Akan tetapi kalau kita bandingkan potret malam ini dengan kemarin malam dan besok malam, kita akan tahu asteroid bergerak di antara bintang-bintang. Terlihat perpindahannya," ucap dia.

Baca juga: Asteroid Raksasa Melaju Dekat dengan Bumi, Apa Dampaknya?

6. Dampak untuk Bumi

Kendati berjarak dekat, asteroid ini tidak akan berdampak pada Bumi.

"Tidak ada pengaruhnya pada Bumi, akan tetapi sudah diberi tanda bahwa ini punya potensi bahaya (dan) kita harus pantau terus menerus," ungkap Rhorom.

Namun jika asteroid sebesar ini menabrak Bumi, energi yang dilepaskan akan setara dnegan erupsi gunung Krakatau di tahun 1883 yang menewaskan puluhan ribu orang.

Selain itu, tabrakan asteroid dengan daratan dapat membentuk kawah yang diameternya sekitar 1 kilometer.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

Oh Begitu
Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kita
Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Selain Membersihkan Tubuh, Mandi Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Oh Begitu
Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Jarang Terjadi, Monyet Ini Tertangkap Melakukan Tindakan Kanibalisme

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Misteri Tubuh Manusia: Bagaimana Kita Bedakan Wajah Pria dan Wanita?

Kita
Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Keanekaragaman Indonesia Peringkat Pertama Pusat Biodiversitas Dunia

Oh Begitu
Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Ilmuwan Ciptakan Ulang Aroma Eropa Abad Ke-16, Seperti Apa?

Fenomena
Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Usai Perjalanan 5,24 Miliar Kilometer, Hayabusa2 Kembali ke Bumi

Oh Begitu
Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Kenakalan Bocah Kleptomania Pencandu Narkoba, Bisakah Sembuh dari Kecanduan?

Oh Begitu
Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Bocah 8 Tahun Suka Mencuri Diduga Kleptomania, Apa Itu?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X