Pertama Kali, Peneliti Temukan 37 Gunung Berapi Aktif di Venus

Kompas.com - 21/07/2020, 18:30 WIB
Konsep gunung berapi aktif di planet Venus yang digambarkan seorang seniman. Menggambarkan zona subduksi di mana kerak latar depan terjun ke interior planet di parit topografi. Penelitian baru mengungkap planet ini memiliki banyak struktur vulkanik aktif. NASA/JPL-Caltech/Peter RubinKonsep gunung berapi aktif di planet Venus yang digambarkan seorang seniman. Menggambarkan zona subduksi di mana kerak latar depan terjun ke interior planet di parit topografi. Penelitian baru mengungkap planet ini memiliki banyak struktur vulkanik aktif.


KOMPAS.com- Studi baru berhasil mengungkap satu lagi misteri planet Venus. Peneliti berhasil mengidentifikasi 37 struktur vulkanik yang aktif di planet tersebut.

Temuan ini pun membuktikan kalau Venus merupakan planet yang aktif secara geologis.

"Pertama kalinya kami dapat mengatakan kalau temuan ini bukan gunung berapi purba melainkan gunung yang aktif. Mungkin dorman tetapi tidak mati," ungkap Laurent Montési, peneliti dari University of Maryland, seperti dikutip dari Phys, Selasa (21/7/2020).

Lebih lanjut, studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience ini pada akhirnya mampu secara signifikan mengubah pandangan terhadap Venus sebagai planet yang hidup dan berevolusi dengan banyak gunung berapi aktif di dalamnya.

Baca juga: 2026, NASA Berencana Luncurkan Misi ke Venus

Para peneliti menyimpulkan temuan mereka setelah mempelajari struktur vulkanik yang disebut coronae atau korona.

Fitur ini tampak seperti kawah tumbukan dan terdapat bagian yang terangkat di sekitar kawah, sehingga terlihat seperti mahkota.

Struktur yang awalnya dikira kawah ini pun setelah dianalisis lebih dekat ternyata bersifat vulkanik.

Untuk memahami proses pembentukan korona, para peniliti menggunakan pemodelan secara numerik untuk mengetahui aktivitas termo-mekanik di Venus.

ilustrasi planet VenusSHUTTERSTOCK ilustrasi planet Venus

Pemodelan ini juga memungkinkan peneliti untuk menghasilkan simulasi resolusi tinggi 3D dari pembentukan korona.

Dengan mensimulasi evolusi korona dari waktu ke waktu, akhirnya tim dapat mengidentifikasi rentang usia korona, mulai yang sangat muda hingga yang baru saja aktif.

Termasuk juga menentukan perubahan yang dialami korona tersebut dari waktu ke waktu.

Baca juga: Studi Ungkap, Venus Pernah jadi Planet Layak Huni

Setelah hasil simulasi dibandingkan dengan kondisi permukaan Venus terkini peneliti pun menemukan kalau setidaknya ada 37 korona atau struktur vulkanik yang aktif.

Korona tersebut terdapat di beberapa titik lokasi, menunjukkan area mana di planet yang paling aktif.

Penemuan ini menjadi kabar baik, sebab memberi petunjuk bagaimana interior planet bekerja. Dengan diketahuinya titik-titik tersebut, juga membantu misi di masa depan yang akan diluncurkan ke Venus menjadi lebih fokus.



Sumber PHYSORG
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Jarang Disorot, Ini 3 Peran Penting Etnis Tionghoa dalam Sumpah Pemuda

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Pandemi Covid-19, Telemedisin dan Layanan Kesehatan Digital Makin Krusial di Indonesia

Kita
Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Berisiko Kanker Hati, Pasien Hepatitis Harus Jalani Pemeriksaan Rutin

Oh Begitu
Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Waspadai 5 Makanan Jebakan Saat Diet, dari Kacang Almond hingga Madu

Oh Begitu
Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Peneliti LIPI: Proyek Jurassic Park di Rinca Tak Bahayakan Habitat Komodo

Oh Begitu
Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Sains Diet: Haruskah Makan seperti Orang Jepang agar Panjang Umur?

Kita
Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Mamuju Tengah, Picu Kerusakan

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Mamuju Tengah, Picu Kerusakan

Oh Begitu
Produk Ekstrak Lebih Baik Dibanding Temulawak Segar, Simak 4 Alasannya

Produk Ekstrak Lebih Baik Dibanding Temulawak Segar, Simak 4 Alasannya

Oh Begitu
Libur Panjang, Waspada Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Indonesia

Libur Panjang, Waspada Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Indonesia

Fenomena
Terlihat Menggemaskan, Gigitan Kukang Asal Indonesia Ini Beracun dan Mematikan

Terlihat Menggemaskan, Gigitan Kukang Asal Indonesia Ini Beracun dan Mematikan

Fenomena
Ahli: Curcumin Bantu Jaga Fungsi Hati Saat Terjangkit Hepatitis

Ahli: Curcumin Bantu Jaga Fungsi Hati Saat Terjangkit Hepatitis

Oh Begitu
Fenomena Langka, Ular Berkepala Dua Ditemukan di Florida

Fenomena Langka, Ular Berkepala Dua Ditemukan di Florida

Fenomena
Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

Awal Musim Hujan Indonesia, Gelombang Tinggi Berpotensi Capai 4 Meter

Fenomena
Kateterisasi Jantung Kurangi Kematian Akibat Sindrom Penyumbatan Arteri

Kateterisasi Jantung Kurangi Kematian Akibat Sindrom Penyumbatan Arteri

Fenomena
komentar
Close Ads X