Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Masyarakat Diimbau Waspada Banjir

Kompas.com - 17/07/2020, 18:40 WIB
Ellyvon Pranita,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

KOMPAS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana alam akibat potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam sejumlah wilayah di Indonesia.

Berdasarkan data yang terpantau saat ini, memang sekitar 64 persen daerah zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Dari 64 persen tersebut, ternyata 30 persen wilayah ZOM bahkan mengalami kekeringan.

Kendati demikian, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan cuaca ekstrem berupa hujan lebat tetap berpotensi terjadi hingga akhir tahun 2020 ini di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut

Oleh sebab itu, BMKG meminta masyarakat perlu terus waspada terhadap berbagai potensi dampak cuaca ekstrem, seperti longsor, banjir bandang dan banjir yang bisa terjadi mengikutinya.

Wilayah berpotensi cuaca ekstrem

Dwikorita mengatakan, potensi cuaca buruk tidak hanya diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan saja.

Provinsi lain juga diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan dapat disertai angin kencang.

Baca juga: Siklon Tropis Nuri Picu Cuaca Ekstrem seperti Banjir di Gorontalo, Ini Wilayah Waspada

Hal itu disebabkan adanya kondisi atmosfer berupa pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang terpantau memanjang dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Sumbar, Sumatera Utara bagian Barat hingga Aceh.

Tidak hanya itu, di bagian timur Indonesia, konvergensi ini juga terpantau memanjang dari Papua bagian tengah hingga pesisir Barat Papua Barat.

"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang daerah tersebut," kata Dwikorita.

Berikut beberapa provinsi di Indonesia yang harus waspada dan perlu melakukan antisipasi akibat dari potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Warga korban banjir bandang melihat kondisi kendaraannya yang terseret material lumpur di kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2020). Hingga hari ini, jumlah korban meninggal mencapai 32 orang sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE Warga korban banjir bandang melihat kondisi kendaraannya yang terseret material lumpur di kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (17/7/2020). Hingga hari ini, jumlah korban meninggal mencapai 32 orang sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian.

Potensi cuaca ekstrem, Sabtu (18/7/2020)

  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Kalimantan Tengah
  • Lampung
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Gorontalo
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara
  • Maluku
  • Sumatera Utara
  • Jambi
  • Bengkulu
  • Jawa Barat
  • Kalimantan Utara
  • Papua
  • Papua Barat

Contoh banjir bandang Masamba

Seperti diketahui, dalam minggu ini banjir bandang telah menerjang wilayah Masamba di Kabupaten Luwu Utara sejak Senin malam(13/7/2020), dan menyebabkan 23 orang meninggal dunia, serta 15.000 ribu warga harus mengungsi sementara.

Berdasarkan analisis BMKG, memang sudah ada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak tanggal 12 Juli 2020 hingga sore hari pada 13 Juli 2020.

Baca juga: Sudah Musim Kemarau, Kenapa Masih Banyak Hujan Lebat sampai Banjir?

Berkaitan dengan itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik Fachry Rajab menjelaskan untuk wilayah Kabupaten Luwu atau Sulawesi Selatan umumnya dalam tujuh hari ke depan (17-24 Juli 2020).

"(Karena) diprakirakan masih akan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," kata Fachry.

Oleh sebab itu, BMKG akan terus memberikan peringatan dini cuaca ekstrem di seluruh wilayah Indonesia untuk periode tujuh hari dan tiga hari ke depan hingga beberapa jam sebelum kejadian curah hujan ekstrem terjadi.

Peringatan dini cuaca ekstrem tersebut akan diberitahukan secara tersistem melalui berbagai kanal resmi BMKG.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com