WMO dan PBB Soroti Pemulihan Corona Terkait Iklim

Kompas.com - 17/07/2020, 12:02 WIB
Ilustrasi Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi Indonesia SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi Indonesia

Sementara itu, Covid-19 telah menyebabkan krisis kesehatan dan membuat ekonomi global terpuruk pada tahun ini.

Kegagalan untuk mengatasi perubahan iklim dapat mengancam kesejahteraan manusia, ekosistem, dan ekonomi selama berabad-abad lamanya.

Setiap pemerintah di dunia harus menggunakan kesempatan untuk melakukan aksi iklim sebagai bagian dari program pemulihan, serta memastikan bahwa kehidupan bumi tumbuh kembali dengan lebih baik.

Pemulihan dengan energi terbarukan

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sambutannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Transisi Energi Bersih, melalui akun Youtube Badan Energi Internasional (IEA), Kamis (9/7/2020).

Gutteres mengungkapkan bahwa sebagai tanggapan terhadap pandemi Covid-19, banyak negara di dunia telah mengambil keputusan yang jauh jangkauannya karena mengucurkan triliunan dolar uang pajak negara kedalam strategi pemulihan.

Menurut dia, saat merancang dan mengimplementasikan rencana pemulihan terhadap Covid-19, seharusnya setiap negara juga benar-benar memiliki pilihan yang tepat.

 Baca juga: Sangat Rendah, Indonesia Baru Manfaatkan 3 Persen Potensi Energi Terbarukan

Hal ini perlu dilakukan supaya menjadi investasi lebih baik di masa depan, setelah pandemi Covid-19 berakhir, juga secara berkelanjutan.

Pilihan yang tepat menurut Guterres bukanlah investasi dalam bahan bakar fosil yang pasarnya bergejolak dan emisinya bahkan merupakan penyebab udara yang mematikan.

"Atau, kita dapat berinvestasi dalam energi terbarukan, yang handal, bersih dan cerdas secara ekonomi," ujarnya.

Baca juga: Dibanding Matahari, Arus Laut Lebih Potensial Jadi Energi Terbarukan

"Saya terdorong (menekan kebijakan energi bersih dari bahan bakar fosil, melihat analisa) bahwa beberapa aksi pencegahan Covid-19 dan rencana pemulihan menempatkan transisi dari bahan bakar fosil pada intinya," imbuhnya.

Pada kesempatan itu juga, Guterres mengajak seluruh negara berkomitmen untuk tidak ada batu bara baru dan mengakhiri semua pembiayaan eksternal batubara di negara berkembang.

"Batubara tidak memiliki tempat dalam rencana pemulihan Covid-19," kata Guterres.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X