Lindungi dari Virus Corona, Ini Masker Wajah Terbaik dan Terburuk

Kompas.com - 16/07/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi masker melindungi saat batuk dan mencegah penularan virus corona. ShutterstockIlustrasi masker melindungi saat batuk dan mencegah penularan virus corona.


KOMPAS.com - Masker menjadi salah satu protokol kesehatan penting di masa pandemi Covid-19 saat ini. Komunitas ilmiah telah menguatkan manfaat masker wajah untuk mencegah penularan virus dan menyelamatkan nyawa.

Dalam suatu analisis, seperti dilansir dari Science Alert, Kamis (16/7/2020), menemukan peningkatan kematian akibat infeksi virus corona di 194 negara yang tidak menerapkan penggunaan masker wajah.

Tercatat peningkatan kematian akibat virus corona baru ini mencapai 55 persen per minggu, setelah kasus pertama dilaporkan setiap negara. Dibandingkan negara-negara dengan budaya penggunaan masker, peningkatan kematian hanya sekitar 7 persen.

Para peneliti di University of Washington menggunakan sebuah model dan meramalkan Amerika Serikat dapat mencegah setidaknya 45.000 kematian Covid-19 di bulan November.

Baca juga: Covid-19: Kenapa Laki-laki Lebih Jarang Pakai Masker Dibanding Perempuan? Ini Penjelasannya

Apabila 95 persen populasi di negara ini selalu mengenakan masker wajah di ruang publik. Akan tetapi, para ahli mengakui tidak semua masker memberikan tingkat perlindungan yang sama.

Kendati demikian, mereka meyakini masker wajah yang ideal adalah yang dapat memblokir tetesan atau droplet yang dihasilkan saluran pernapasan, saat batuk atau bersin.

Masker juga dapat menahan partikel udara yang lebih kecil, yang disebut aerosol, yang diproduksi ketika orang berbicara atau menghembuskan napas.

Baca juga: Diprediksi Oktober Covid-19 di AS Melonjak, Masker Bisa Kurangi Potensi Kematian

Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masker medis sangat dianjurkan bagi petugas kesehatan, orang lanjut usia, orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, serta orang positif terinfeksi virus corona atau menunjukkan gejala. Orang sehat atau masyarakat umum, dianjurkan WHO dan CDC agar mengenakan masker kain.

Selama beberapa bulan terakhir, para ilmuwan telah mengevaluasi bahan masker yang paling efektif untuk memblokir virus corona. Berikut masker yang dari yang paling protektif.

1. N99 dan N95

N99 dan N95 adalah dua masker yang paling efektif dalam menyaring partikel virus, dan terbuat dari serat khusus untuk menyaring patogen di udara.

,SHUTTERSTOCK ,

Kedua masker ini lebih diutamakan untuk digunakan petugas kesehatan, sebab, masker ini sangat rapat menutup hidung dan mulut saat dikenakan, sehingga sangat sedikit partikel virus yang bisa masuk atau keluar.

Studi yang diterbitkan di Journal of Hospital Infection, seperti dikutip dari Business Insider, para peneliti menemukan masker N99 mengurangi risiko infeksi seseorang sebesar 94-99 persen setelah 20 menit paparan di lingkungan yang sangat terkontaminasi.

Perlindungan yang sama juga ditunjukkan masker N95 dengan efisiensi minimum 95 persen dalam menyaring aerosol, studi baru juga menunjukkan N95 memberikan perlindungan yang lebih baik daripada masker bedah.

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini Buktinya Masker Tangkal Penyebaran Corona

2. Masker bedah

Masker bedah terbuat dari kain bukan tenunan, jadi umumnya merupakan pilihan paling aman bagi petugas kesehatan yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan masker N99 maupun N95.

Dalam sebuah studi pada April lalu menemukan masker bedah dapat mengurangi penularan beberapa jenis virus corona pada manusia, melalui droplet pernapasan dan aerosol yang lebih kecil.

Sebuah studi pada 2013 menemukan, secara umum, masker bedah sekitar tiga kali lebih efektif untuk memblokir aerosol yang mengandung virus daripada masker wajah buatan sendiri.

Akan tetapi, dalam penggunaannya di masa pandemi Covid-19 ini, petugas layanan kesehatan harus tetap lebih diutamakan.

Baca juga: Masker dan Helm Sendiri, Ini 6 Cara Aman Naik Ojek Online saat Pandemi Corona

3. Masker hybird buatan sendiri

Dalam sebuah makalah baru-baru ini, para peneliti di Inggris menetapkan bahwa masker hybird dapat menyaring lebih dari 80 persen partikel kecil berukuran kurang dari 300 nanometer dan lebih dari 90 persen partikel yang lebih besar berukuran lebih dari 300 nanometer.

Masker hybird dibuat dengan menggabungkan dua lapis kain berlapis 600 benang dengan bahan lain seperti sutra, sifon atau flanel.

Kombinasi katun dan sifon, diklaim dapat memberikan perlindungan yang paling besar, diikuti oleh kapas dan kain flanel, katun dan sutra, dan empat lapis sutera alam.

Para peneliti menyarankan opsi ini, bahkan mungkin lebih baik dalam menyaring partikel kecil daripada masker N95.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X