Bangsa Arab Mencoba Menggapai Mars

Kompas.com - 16/07/2020, 13:06 WIB
Ilustrasi Hope Dubai Media OfficeIlustrasi Hope

Penyelidikan atmosfer Mars pernah dilakukan misalnya dalam misi antariksa MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution) dari NASA (Amerika Serikat) yang tiba di orbit planet itu pada September 2004 silam dan masih aktif hingga sekarang.

Namun, observasi MAVEN terbatas pada lapisan atmofer atas. Ia terfokus pada penyelidikan susutnya selimut udara Mars secara gradual oleh hembusan angin Matahari akibat nihilnya magnetosfer Mars.

Sebaliknya, Emirates Mars Mission akan menjangkau pula lapisan atmosfer bawah. Sembari melanjutkan tugas MAVEN guna mengetahui kenapa molekul–molekul udara Mars lolos ke antariksa dalam hubungannya dengan iklim dan cuaca planet itu.

Emirates Mars Mission mewujud pada satelit al–Amal yang berbentuk kubus seukuran mobil kecil (massa 1.350 kg) dengan sepasang sayap panel surya pembangkit daya listrik 1.800 watt dan antenna parabola besar bergaris tengah 1,5 meter sebagai sarana komunikasi utama.

Al–Amal mengangkut tiga instrumen utama: kamera pencitra EXI, spektrometer inframerah EMIRS dan spektrometer ultarungu EMUS.

Kamera EXI merupakan kamera beresolusi tinggi yang bekerja pada kanal cahaya ultraungu dan cahaya tampak guna mengukur sifat–sifat uap air, es, debu, aerosol dan kelimpahan ozon di dalam atmosfer. Sedangkan spektrometer EMIRS akan menyibak profil suhu dari es, uap air dan debu pada atmosfer.

Baik EXI maupun EMIRS akan menelisik hingga ke lapisan terbawah atmosfer. Sementara spektrometer EMUS akan memetakan karakteristik global dan variabilitas lapisan termosfer serta kuantitas Hidrogen dan Oksigen dalam lapisan terluar atmosfer Mars.

Hal lain yang membedakan Emirates Mars Mission dengan misi antariksa Mars lainnya dan misi antariksa umumnya adalah keterbukaan data. Uni Emirat Arab siap membagi data mentah yang dikirimkan al–Amal kepada komunitas ilmiah internasional tanpa batas waktu.

Bila al–Amal kelak berhasil mengangkasa dari stasiun peluncuran Tanegashima sesuai rencana, ia akan melaju secepat 34.000 km/jam saat melepaskan diri dari tingkat teratas roket H–IIA. Selanjutnya ia dipacu untuk mendapatkan tambahan kecepatan 11.500 km/jam guna menyusuri lintasan orbit transfer sejauh 493,5 juta kilometer dalam perjalanan yang senyap di bawah kendali gravitasi Matahari selama hampir 7 bulan kemudian.

Mesin roket al–Amal baru akan dinyalakan guna mengerem laju satelit itu saat tiba di orbit Mars sehingga kecepatannya berkurang 5.000 km/jam dari semula. Lewat pengereman itu maka gravitasi Mars akan mampu menangkap dan memaksanya beredar mengelilingi planet merah itu.

Mengingat tujuan misinya, maka para pengendali Emirates Mars Mission memilih orbit sangat lonjong (periareion 20.000 km dan apoareion 43.000 km) untuk al–Amal. Satelit akan mengelilingi Mars dengan periode orbital 55 jam. Ia dirancang akan menjalankan misi utamanya selama dua tahun ke berikutnya dengan opsi misi tambahan hingga 2025.

Komunikasi al–Amal dengan stasiun pengendali di Mohammed bin Rashid Space Center akan berlangsung setiap hari. Setiap sinyal elektromagnetik yang dikirimkan akan membutuhkan waktu 13 hingga 26 menit untuk tiba di tujuan, tergantung kepada jarak Bumi–Mars pada saat itu.

Emirates Mars Mission masih harus membuktikan apakah ia lolos dari ‘kutukan Mars’ sebelum mencapai tujuannya.

Dari 57 misi antariksa yang ditujukan ke Mars hingga 2018, hanya 53 % saja yang berhasil memenuhi tujuannya dengan selamat. Baik tiba di orbit Mars, atau mendarat di planet merah itu, atau sekedar melewatinya guna melanjutkan perjalanan ke benda langit lain.

Sisanya musnah dalam ‘kutukan Mars’, baik karena gagal lepas landas, terperangkap di orbit Bumi, gagal mengerem kecepatan saat hendak tiba di Mars hingga gagal mendarat.

Meski demikian Uni Emirat Arab boleh berbangga karena saat ini akan menjadi negara ketujuh yang menggelar eksplorasi antariksa ke Mars selain Amerika Serikat, Russia, Uni Eropa, Jepang, China dan India.

Selamat berpetualang, al–Amal!

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X