Serba-serbi Hewan: Bagaimana dan Kenapa Kunang-kunang Menyala?

Kompas.com - 15/07/2020, 10:03 WIB
Ilustrasi glowworm, cacing yang bisa bercahaya dan hidup di dalam gua. SHUTTERSTOCK/SHAUN JEFFERSIlustrasi glowworm, cacing yang bisa bercahaya dan hidup di dalam gua.

Saat kunang-kunang jantan dan betina menemukan satu sama lain, mereka akan mematikan lampu dan kawin.

Di malam berikutnya, kunang-kunang jantan akan mencoba menyalakan saklar lampu betina lainnya.

Namun, cahaya bagi kunang-kunang atau serangga lain tak melulu soal kawin.

Philip Koehler, ahli entomologi di Universitas of Florida mengatakan bahwa serangga glowworm (cacing yang menyala) yang tinggal di gua atau agas jamur (Arachnocampa luminosa) melekat pada dinding batu dan menangkap serangga di lendir yang lengket. Mangsa tertarik oleh cahaya glowworm karena mirip dengan lampu warna-warni.

Sementara kunang-kunang, juga menggunakan cahayanya untuk membunuh predator.

Serangga memiliki senyawa beracun yang dikenal sebagai lucibufagins. Ini cukup kuat untuk membunuh predator kecil seperti kadal dan burung.

Kunang-kunang remaja hidup di bawah tanah. Cahaya mereka berfungsi untuk memberi peringatan pada pemangsa untuk mundur.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Apakah Anjing Anda Obesitas? Begini Mengeceknya

Bagaimana agar kunang-kunang datang?

Dalam bukunya, Lewis memberi cara sederhana untuk membuat kunang-kunang datang.

"Jika kita membuat lampu menyala redup atau mematikannya sekalian, ada kemungkinan kunang-kunang dapat muncul," tulis Lewis.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Fenomena
Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Fenomena
Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Oh Begitu
Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Oh Begitu
Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Oh Begitu
Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Kita
Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Oh Begitu
Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Fenomena
Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Oh Begitu
4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

Kita
Hingga Besok, Wilayah Ini Berpotensi Alami Gelombang Tinggi 4 Meter

Hingga Besok, Wilayah Ini Berpotensi Alami Gelombang Tinggi 4 Meter

Fenomena
Mengenal Penyakit Paru Obstruksi Kronik, dari Gejala hingga Faktor Risiko

Mengenal Penyakit Paru Obstruksi Kronik, dari Gejala hingga Faktor Risiko

Kita
Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
komentar
Close Ads X