Kompas.com - 14/07/2020, 20:02 WIB
Masyarakat di Dataran Tinggi Tibet mencari jamur yang dijuluki sebagai viagra Himalaya. Kyle Knight / AFPMasyarakat di Dataran Tinggi Tibet mencari jamur yang dijuluki sebagai viagra Himalaya.

Untuk tumbuh, diperlukan iklim khusus dengan suhu musim dingin di bawah titik beku namun tanah tidak beku secara permanen.

Dikarenakan nilai ekonominya yang tinggi; setiap musim semi di Nepal, rumah dan sekolah kosong karena ribuan penduduk desa melakukan perjalanan yang sulit menuju pegunungan untuk mengambilnya.

Namun selama pandemi, otoritas melarang perjalanan tahunan untuk memanen jamur.

Baca juga: Jamur Enoki Dikaitkan dengan Wabah Listeria, Penyakit Apa Itu?

Sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan jika jamur ini memiliki kandungan yang bermanfaat. Namun pakar herbal China percaya bahwa jamur ini dapat meningkatkan kinerja seksual sehingga ia pun mendapat julukan viagra Himalaya.

Selain itu, jamur ini juga diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya.

Sejarah mencatat bahwa saking mahalnya, harga jamur pernah mencapai tiga kali lipat harga emas di Beijing, China. Orang di China dan Nepal di masa lalu juga sering bentrok karena memperebutkan jamur ini.

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X