Kebanyakan Dipanen, Viagra Himalaya Terancam Punah

Kompas.com - 14/07/2020, 20:02 WIB
Masyarakat di Dataran Tinggi Tibet mencari jamur yang dijuluki sebagai viagra Himalaya. Kyle Knight / AFPMasyarakat di Dataran Tinggi Tibet mencari jamur yang dijuluki sebagai viagra Himalaya.

KOMPAS.com - Jamur termahal di dunia yang dijuluki sebagai " viagra Himalaya" terancam punah.

Diungkapkan oleh Organisasi Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), menurunnya populasi viagra Himalaya dipicu oleh adanya lonjakan permintaan penggunaannya sebagai obat tradisional China.

Seperti dikutip dari Phys.org, Selasa (14/7/2020), jamur parasit yang tumbuh di dalam larva ngengat ini hanya tumbuh di Dataran Tinggi Tibet dan menjadi sumber pendapatan utama bagi beberapa masyarakat.

Selama berabad-abad, jamur dengan nama latin Ophiocordyceps sinensis ini digunakan sebagai tonik kesehatan, tetapi permintaannya kian meningkat sejak 1990-an.

Baca juga: Unik, Tanaman Bercahaya Ini dari Rekayasa Gen Jamur Bioluminescence

Masyarakat sekitar pun melakukan panen berlebih terhadap jamur ini dan memangkas setidaknya 30 persen populasinya dalam 15 tahun terakhir.

"Ini merupakan satu dari kasus terdokumentasikan. Jamur-jamur ini terancam karena panen berlebihan," kata Gregory Mueller, kepala Komite Konservasi Jamur IUCN.

Ia pun menyebut perlunya ada program panen berkelanjutan untuk melindungi jamur dan masyarakat yang bergantung sebagai pendapatan mereka.

Jamur Ophiocordyceps sinensis atau yarchagumba yang dijuluki sebagai viagra Himalaya.Kyle Knight / AFP Jamur Ophiocordyceps sinensis atau yarchagumba yang dijuluki sebagai viagra Himalaya.

Ophiocordyceps sinensis juga dikenal dengan nama "Caterpillar Fungus"  yang berarti jamur ulat.

Sementara itu, masyarakat lokal menyebutnya dengan nama Yarchagumba yang berarti tanaman musim panas, serangga musim dingin.

Jamur-jamur ini hanya ditemukan di padang rumput di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut. Jamur terbentuk di dalam ulat bulu, dan perlahan membunuh inang mereka.

Halaman:

Sumber PHYSORG
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X